Terung Organik di Pot

Tinggalkan komentar

April 2, 2017 oleh nugraheniismyname

Sebelum Kita ketahui cara menanam terung organik, mari Kita basa-basi sebentar mengenai terung. Terung memiliki nama ilmiah Solanum Melongena. Nama tersebut berasal dari istilah Arab pada abad ke-16 untuk sejenis tanaman terung. Terung tidak hanya dikenal di Indonesia saja. Ada banyak negara lain yang juga memanfaatkan terung. Oleh karena itu, terung memiliki banyak nama di beberapa negara, seperti eggplant (Inggris), aubergine (Perancis), brinjal (India), terong (Melayu), dll.

Setelah Kita mengetahui sedikit sekali tetang nama terung, Kita cari tahu dulu apa itu pengertian organik. Menurut U.S. Department of Agriculture, makanan organik harus memenuhi beberapa standar. Hasil tanaman harus dihasilkan dari tanaman yang dikembangkan tanpa menggunakan pestisida biasa (termasuk herbisida), tanpa menggunakan pupuk sintetis, tanpa melalui ion radiasi, dll. Sementara itu, Charlotte Glen seorang ahli ilmu perkebunan, mengatakan berkebun secara organik adalah berkebun tanpa menggunakan pupuk sintetis dan tanpa pestisida sintetis.

Beberapa orang menganjurkan memakan makanan organik karena makanan organik memiliki keuntungan, yaitu: makanan lebih aman bila masuk tubuh, tubuh memungkinkan mendapat nutrisi yang utuh dari makanan, rasa makanan organik juga lebih segar dan enak dibanding makanan bukan organik, dan tanaman yang ditumbuhkan secara alami tidak merusak lingkungan.

Saya kira sudah cukup basa-basinya. Sekarang mari siapkan segala sesuatu untuk menanam terung organik.

 

Alat-alat yang diperlukan:

  • Tanah yang mengandung banyak humus. Ciri-ciri tanah ini yaitu tanah berada di lapisan atas dan berwarna abu-abu gelap. Tanah mengandung humus berasal dari pembusukan daun-daun, bangkai hewan, tanaman mati, dll;
  • Pupuk kandang yang telah dibiarkan selama berbulan-bulan. Contoh kotoran kambing yang telah dihancurkan;
  • Pasir biasa atau pasir zeolit berbutir halus;
  • Pot berdiameter 25-30 cm. Pilih pot yang memiliki lubang di dasarnya. Lubang ini berfungsi sebagai drainase;
  • Gelas plastik bekas sisa air mineral;
  • Bibit terung yang berkualitas;
  • Pembasmi hama yang aman bagi manusia (pembasmi hama organik);
  • Strimin, digunakan untuk melapisi bagian dalam dasar pot;
  • Alat semprot sebanyak 2-3 alat. Alat ini bisa digunakan untuk wadah pembasmi hama, wadah air untuk menyiram, dll;
  • Sarung tangan. Agar tangan tidak kapalan dan kotor, sebaiknya memakai sarung tangan karet pada saat proses tanam menanam;
  • Masker penutup hidung. Supaya hidung tidak menghirup zat-zat yang tidak diinginkan, disarankan memakai masker pada saat proses tanam menanam;
  • Sepatu bot tahan air. Sepatu jenis ini digunakan pada saat mencari tanah dan membuat media tanam.

 

Membuat Media Tanam di Pot

  • Sebelum pot digunakan, cuci bersih pot lalu keringkan;
  • Campurkan tanah yang mengandung humus dengan pasir dan pupuk kandang. Campur tanah banyak mengandung humus: 40% + pasir: 10% + pupuk kandang: 50%. Untuk pasir bisa menggunakan pasir hitam biasa atau pasir zeolit berbutir halus. Bila menggunakan pasir zeolit, pasir harus dicuci hingga air buangan bening. Setelah air buangan bersih, pasir zeolit bisa digunakan sebagai campuran media tanam;
  • Pastikan media tanam gembur dan tidak terlalu padat. Apabila ada tanah yang mengumpal maka dihancurkan. Setelah tercampur rata, lapisi dasar pot dengan strimim lalu masukkan campuran ke pot

 

Menyiapkan Bibit Terung

  • Ambil beberapa benih terung. Rendam benih terung ke dalam air hangat selama 15-30 menit;
  • Setelah bibit direndam, taruh bibit-bibit ke sapu tangan basah atau kain basah. Bungkus bibit-bibit terung tersebut dengan kain basah atau sapu tangan basah. Biarkan bibit-bibit terung berada di dalam kain basah selama tiga hari;
  • Setelah tiga hari dibungkus di dalam kain basah, pindah bibit terung ke pot pembibitan.

 

Membuat Media untuk Pembibitan

  • Ambil gelas plastik bekas air mineral, dan lubangi bagian dasar gelas sebanyak 4 lubang;
  • Buat campuran tanah dengan pasir dengan komposisi 70% tanah + 30% pasir. Masukkan campuran tersebut ke gelas hingga penuh;
  • Setelah itu letakkan benih atau biji terung yang telah berada 3 hari di dalam kain basah. Letakkan biji di atas permukaan campuran tanah dan pasir yang ada di dalam gelas. Taburi tipis-tipis biji dengan tanah tapi jangan sampai tertutup rapat agar benih tidak busuk;
  • Letakkan benih di tempat yang terlindung dari sengatan matahari langsung dan curahan air hujan langsung. Walaupun begitu, pastikan benih tetap memperoleh cahaya matahari. Contoh: letakkan benih di bawah meja atau kursi di teras rumah;
  • Siram benih tiap pagi dan sore. Pastikan benih jangan sampai terendam air karena bila terendam maka biji bisa busuk.

 

Memindahkan Bibit ke Pot

  • Apabila berhasil, kira-kira 17 hari setelah bibit disemai maka benih akan tumbuh dan menghasilkan 3—4 helai daun. Pada saat tunas berdaun 3—4, bibit dipindahkan ke media tanam pot;

  • Sebelum tanaman terung dipindahkan ke pot, pastikan media tanam di dalam pot dalam kondisi gembur. Apabila ada gumpalan-gumpalan tanah maka gumpalan tersebut dihancurkan;
  • Setelah kondisi media tanam gembur, buat lubang di tengah-tengah media tanam. Ukuran lubang sesuai dengan ukuran tanah di dalam gelas plastik bekas air mineral;
  • Pindahkan tanaman terung bersama dengan tanah yang ada di gelas ke dalam lubang di pot. Setelah itu, tutupi daerah di sekitar dasar batang dengan tanah agar batang tidak ambruk. Selain itu, pada saat memindahkan ini juga harus hati-hati agar tanaman tidak patah atau rusak;
  • Pada saat tanaman terung ini sudah berada di pot, tempatkan tanaman di tempat yang bisa menerima cahaya matahari secara langsung. Apabila musim penghujan, maka setiap hujan tiba, pot dipindah ke tempat yang terlindung dari hujan. Bila malam hari, tempatkan tanaman terung di dekat lampu;
  • Pada pagi dan sore hari, siram tanaman dengan air bersih. Pastikan sistem pengairan di pot baik agar air tidak tergenang di dalam pot;
  • Untuk mencegah hama maka siapkan botol semprot satu lagi. Cara membuat pencegah hama secara alami yaitu: ambil 1 siung bawang putih, 1 buah cabe, dan ¼ sendok makan sabun cair cuci piring. Bawang dan cabe dihaluskan lalu masukkan ke 1 liter air dan jangan lupa ditambahkan sabun cair cuci piring. Rebus semua bahan hingga mendidih, lalu diamkan selama satu hari. Setelah didiamkan, saring pestisida alami tersebut dan semprotkan ke tanaman terung tiap pagi. Selain campuran bawang dan cabe, pestisida alami juga bisa dibuat dengan menggunakan campuran kunyit, jahe, dan lengkuas. Cara membuatnya yaitu lengkuas 3 cm + kunyit 3 cm + jahe 3 cm. Haluskan 3 benda tersebut lalu larutkan ke 250 ml air. Diamkan campuran sehari, saring, lalu gunakan air untuk menyemprot tanaman setiap pagi;
  • Yang perlu diperhatikan pada saat menyemprot yaitu jangan semprotkan pestisida alami secara langsung dan secara berlebihan ke daun yang masih sangat muda atau daun yang baru saja kuncup. Hal ini dilakukan agar daun tidak kering sebelum berkembang;
  • Setelah sebulan tanaman terung berada di pot, tambahkan pupuk kandang. Terung termasuk tanaman yang membutuhkan pupuk yang cukup;
  • Jangan lupa tanaman disiram setiap pagi dan sore.

 

Perawatan

  • Apabila tanaman terung tumbuh dengan baik maka akan muncul daun-daun dewasa. Bentuk daun terung bulat memanjang, bagian ujung tidak lebar, tapi bagian tengah daun lebar;

  • Batang tanaman terung cukup kukuh jadi tanaman ini tidak memerlukan alat untuk merambat. Batang tanaman terung memiliki dua jenis yaitu batang utama dan batang cabang. Batang utama berfungsi untuk menegakkan tanaman. Batang utama akan memunculkan batang sekunder. Batang-batang sekunder bisa menumbuhkan cabang batang lagi yang bisa menumbuhkan bunga dan buah terung;

  • Setelah 64 hari atau sekitar 2 bulan lebih tanaman berada di pot, bunga-bunga terung akan tumbuh;

  • Bunga terung berbentuk mirip bintang dan berwarna ungu muda. Satu bunga terung memiliki alat kelamin jantan dan alat kelamin betina. Penyerbukan bisa dibantu angin dan serangga. Kita juga bisa membantu penyerbukan bunga terung ini agar menumbuhkan buah terung;

  • Bila bunga terung mulai muncul, maka kita harus menjaga bunga terung dengan hati-hati. Hal ini karena bunga terung mudah gugur sebelum menghasilkan buah. Bunga terung akan mudah gugur apabila tanaman kekurangan air dan kekurangan penyerbukan. Oleh karena itu menyiram tanaman terung secara teratur setiap hari sangat diperlukan agar bunga tidak mudah rontok;

  • Satu minggu lebih setelah bunga mekar dan melakukan penyerbukan, terung akan tumbuh;

  • Sambil menunggu terung besar, jangan lupa tanaman diberi air dan pupuk kandang atau pupuk kompos secara teratur;
  • Kurang lebih dua minggu kemudian, terung kecil telah tumbuh menjadi terung besar dan siap dipetik.

Sekian informasi tentang menanam terung organik, untuk informasi lebih lengkap mengenai Terung bisa membaca buku “Herbal Ajaib Terung Tumpas Penyakit dari Jantung, Liver hingga Tumit Pecah-Pecah”.

Salam.

Selamat berkebun.

 

 

Referensi

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kalender

April 2017
S S R K J S M
« Des   Mei »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Klik tertinggi

  • Tidak ada

Top Rating

HTML hit counter - Quick-counter.net
free counters
free counters

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 17 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 220,228 hits
%d blogger menyukai ini: