Menanam Tomat Organik di Pot

Tinggalkan komentar

November 2, 2016 oleh nugraheniismyname

Di awal November ini akan saya tuliskan pengalaman saya menanam tomat organik di pot. Sebelumnya, Kita cari tahu dulu apa itu pengertian organik, ya? Menurut U.S. Department of Agriculture, makanan organik harus memenuhi beberapa standar. Hasil tanaman harus dihasilkan dari tanaman yang dikembangkan tanpa menggunakan pestisida biasa (termasuk herbisida), tanpa menggunakan pupuk sintetis, tanpa radiasi ionisasi, dll.

Beberapa orang menganjurkan memakan makanan organik karena makanan organik memiliki keuntungan yaitu: makanan lebih aman bila masuk tubuh, tubuh memungkinkan mendapat nutrisi yang utuh dari makanan, rasa makanan organik juga lebih segar dan enak dibanding makanan bukan organik, dan tanaman yang ditumbuhkan secara alami tidak merusak lingkungan.

Sementara itu, Charlotte Glen seorang ahli ilmu perkebunan, mengatakan berkebun secara organik adalah berkebun tanpa menggunakan pupuk sintetis dan tanpa pestisida sintetis.

Sekarang mari Kita simak Menanam Tomat Organik di Pot.
Bila Kalian suka dengan tomat, Kalian bisa mencoba menanam makanan itu sendiri. Dengan menanam tanaman sendiri Kita bisa mengontrol kualitas makanan yang akan masuk ke tubuh. Menanam tomat organik sangat mudah. Berikut ini hal-hal yang diperlukan,

 

A. Alat-alat yang Dibutuhkan:

  • Zeolit berbutir lembut;

img_4058.jpg

  • Tanah yang mengandung banyak humus;
  • Pasir hitam biasa untuk campuran pada waktu pembibitan;
  • Pot plastik berdiameter 25-30 cm warna hitam. Pilih pot yang memiliki lubang di dasarnya. Lubang ini berfungsi sebagai drainase;
  • Kain basah atau sapu tangan basah;
  • Gelas plastik bekas sisa air mineral;
  • Bibit atau benih tomat, pilih yang berkualitas bagus;
  • Pupuk organik cair;

Pupuk Organic Cair

  • Pembasmi hama yang aman bagi manusia (pembasmi hama organik);
  • Strimin, digunakan untuk melapisi bagian dalam dasar pot;

img_4055.jpg

  • Alat semprot sebanyak 2-3 alat. Alat ini bisa digunakan untuk wadah pupuk cair, wadah pembasmi hama, wadah air untuk menyiram, dll;

img_4048.jpg

  • Ajir (bilah bambu sepanjang 2–3m);
  • Sarung tangan. Agar tangan tidak kapalan dan kotor, sebaiknya memakai sarung tangan karet pada saat proses tanam menanam;
  • Masker penutup hidung. Supaya hidung tidak menghirup zat-zat yang tidak diinginkan, disarankan memakai masker pada saat proses tanam menanam;
  • Sepatu bot tahan air. Sepatu jenis ini digunakan pada saat mencari tanah dan mencampurkan tanah dengan zeolit.

 

B. Membuat Media Tanam di Pot:

  • Untuk membuat media tanam di pot, campurkan tanah dengan zeolit. Zeolit digunakan karena bila benda ini dicampurkan dengan tanah akan menghasilkan media tanam yang gembur dan bisa mengalirkan air dengan baik. Apabila ingin menggunakan zeolit untuk campuran, maka zeolit dicuci dengan air bersih hingga air buangan terlihat jernih;
  • Setelah zeolit benar-benar bersih, campurkan zeolit dengan tanah. Tanah yang dipilih sebaiknya tanah yang banyak mengandung humus. Tanah ini berada di lapisan tanah paling atas. Tanah yang banyak mengandung humus ini berwarna abu-abu gelap. Tanah mengandung humus berasal dari pembusukan daun-daun, bangkai hewan, tanaman mati, dll;
  • Ukuran mencampur tanah dengan zeolit yaitu 60% tanah humus dan 40% pasir zeolit berbutir lembut atau bisa juga dikira-kira sendiri yang penting media tanam terasa gembur dan tidak terlalu padat. Apabila ada tanah yang menggumpal maka dihancurkan. Setelah tercampur rata, masukkan campuran ke pot;
  • Sebelum pot diisi dengan media tanam, pot dicuci hingga bersih lalu dikeringkan. Setelah pot kering, masukkan strimin dengan ukuran 25cmX25cm atau ukuran 30cmX30cm di dasar pot. Setelah dasar pot terlapisi strimin, masukkan media tanam yang terbuat dari campuran tanah dan zeolit. Lalu, pot yang berisi tanah dan zeolit disisihkan.

 

C. Menyiapkan Bibit Tomat

  • Ambil beberapa benih tomat. Rendam benih tomat ke dalam air hangat selama 15-30 menit;
  • Setelah bibit direndam, taruh bibit-bibit ke sapu tangan basah atau kain basah. Bungkus bibit-bibit tomat tersebut dengan kain basah atau sapu tangan basah. Biarkan bibit-bibit tomat berada di dalam kain basah selama tiga hari.

 

D. Membuat Media untuk Pembibitan:

  • Ambil gelas plastik bekas air mineral, dan lubangi bagian dasar gelas sebanyak 4 lubang;
  • Buat campuran tanah dengan pasir dengan komposisi 70% tanah + 30% pasir. Masukkan campuran tersebut ke gelas hingga penuh;
  • Setelah itu letakkan benih atau biji tomat yang telah berada 3 hari di dalam kain basah di atas permukaan campuran tanah dan pasir yang ada di dalam gelas. Taburi tipis-tipis biji dengan tanah, tapi jangan sampai tertutup rapat agar benih tidak busuk;
  • Letakkan benih di tempat yang terlindung dari sengatan matahari langsung dan curahan air hujan langsung. Walaupun begitu, pastikan benih tetap memperoleh cahaya matahari. Contoh: letakkan benih di bawah meja di teras rumah;
  • Siram benih tiap pagi dan sore. Pastikan benih jangan sampai terendam air karena bila terendam maka biji bisa busuk.

 

E. Memindahkan Bibit ke Pot:

  • Apabila berhasil, satu minggu setelah biji dibibitkan, benih akan tumbuh menjadi tunas;
  • Dua minggu setelah benih dibibitkan, benih akan memunculkan dedaunan;
  • Pada saat tanaman tomat telah memiliki 4 daun, tanaman dipindahkan ke pot;

img_5218

  • Sebelum tanaman tomat dipindahkan ke pot, pastikan media tanam di dalam pot dalam kondisi gembur. Apabila ada gumpalan-gumpalan tanah maka gumpalan tersebut dihancurkan;
  • Setelah kondisi media tanam gembur, buat lubang di tengah-tengah media tanam. Ukuran lubang sesuai dengan ukuran tanah di dalam gelas plastik bekas air mineral;
  • Pindahkan tanaman tomat bersama dengan tanah yang ada di gelas ke dalam lubang di pot. Setelah itu, tutupi daerah di sekitar dasar batang dengan tanah agar batang tidak ambruk. Selain itu, pada saat memindahkan ini juga harus hati-hati agar tanaman tidak patah atau rusak;
  • Pada saat tanaman tomat ini sudah berada di pot, tempatkan tanaman di tempat yang bisa menerima cahaya matahari secara langsung. Apabila musim penghujan, maka setiap hujan tiba, pot dipindah ke tempat yang terlindung dari hujan. Bila malam hari, tempatkan tanaman tomat di dekat lampu;
  • Setiap pagi semprotkan pupuk cair organik ke tanah di pot. Cara menggunakan pupuk cair organik yaitu campurkan 2 sendok teh pupuk organik cair ke dalam 1 liter air bersih. Kocok campuran sebelum digunakan agar pupuk bisa menyatu dengan air;
  • Pada sore hari, siram tanaman dengan air bersih. Pastikan sistem pengairan di pot baik agar air tidak tergenang di dalam pot;
  • Untuk mencegah hama maka siapkan botol semprot satu lagi. Cara membuat pencegah hama secara alami yaitu: ambil 1 siung bawang putih, 1 buah cabe, dan ΒΌ sendok makan sabun cair cuci piring. Bawang dan cabe dihaluskan lalu masukkan ke 1 liter air dan jangan lupa ditambahkan sabun cair cuci piring. Rebus semua bahan hingga mendidih, lalu diamkan selama satu hari. Setelah didiamkan, saring pestisida alami tersebut dan semprotkan ke tanaman tomat tiap pagi;
  • Selain campuran bawang dan cabe, pestisida alami juga bisa dibuat dengan menggunakan campuran kunyit, jahe, dan lengkuas. Cara membuatnya yaitu lengkuas 3 cm + kunyit 3 cm + jahe 3 cm. Haluskan 3 benda tersebut lalu larutkan ke 250 ml air. Diamkan campuran sehari, saring, lalu gunakan campuran tersebut untuk menyemprot tanaman setiap pagi;
  • Yang perlu diperhatikan pada saat menyemprot yaitu jangan semprotkan pestisida alami secara langsung dan secara berlebihan ke daun yang masih sangat muda atau daun yang baru saja kuncup. Hal ini dilakukan agar daun tidak kering sebelum berkembang;
  • Pupuk organik dan pencegah hama alami digunakan untuk menghasilkan tomat organik.

 

F. Perawatan

  • Apabila tanaman tomat tumbuh dengan baik maka akan muncul daun-daun dewasa. Bentuk daun tomat memanjang dan bergerigi dan memiliki celah-celah daun;

daun

  • Batang tanaman tomat tidak bisa tegak berdiri jadi diperlukan pegangan agar tanaman tomat bisa kukuh. Buat ajir dari bilah bambu sepanjang 2β€”3 meter. Letakkan ajir di dekat batang tanaman tomat, lalu ikat batang tomat ke ajir dengan menggunakan tali. Setiap kali tanaman tumbuh, batang baru diikatkan lagi ke ajir;
  • Sekitar 6 minggu setelah masa tanam di pot, bunga-bunga tomat akan tumbuh. Bunga tomat berwarna kuning. Bunga tomat bisa melakukan penyerbukan sendiri. Bila tidak ada angin, Kita bisa menggoyang-goyang pelan batang tomat untuk membantu penyerbukan bunga;

bunga-tomat

  • Sekitar 8β€”9 minggu setelah masa tanam, tomat mulai tumbuh. Berikut ini gambar bayi-bayi tomat:

bayi-tomat-1

  • Bila pohon tomat sudah berbuah, tetaplah tanaman diberi pupuk cair organik dan pembasmi alami secara teratur agar tanaman terus tumbuh dan menghasilkan buah tomat;
  • Jangan lupa jika tanaman tomat tidak boleh kekurangan air. Selalu beri pupuk cair tiap pagi hari dan sore harinya tanaman disiram air bersih. Pastikan sistem pengairan lancar sehingga tidak ada air yang menggenang di dalam pot.

 

G Galeri Foto-foto Tomat

bayi-tomat-2

img_6138

galeri-tomat-3

galeri-tomat-2

galeri-tomat-1

 

Sekian dulu, ya…. Selamat berkebun, kapan-kapan kalau Tuhan mengijinkan, akan saya bagikan tulisan mengenai cara memanen tomat dan saya akan bagikan gambar-gambar tomat dewasa.

 

capture-20161102-101158

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kalender

November 2016
S S R K J S M
« Okt    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Top Rated

HTML hit counter - Quick-counter.net
free counters
free counters

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 15 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 170,141 hits
%d blogger menyukai ini: