Lebih Dekat dengan Tanaman Mentimun

Tinggalkan komentar

Oktober 14, 2016 oleh nugraheniismyname

Mentimun adalah sayur yang sangat berkhasiat bagi kesehatan dan kecantikan. Sayuran berwarna hijau, dagingnya berair dan berbentuk lonjong ini berasal dari lereng Gunung Himalaya di India. Tanaman mentimun telah dikembangkan di India sejak beribu-ribu tahun yang lalu. Semakin lama, tanaman ini menyebar ke daerah Asia dan Eropa. Columbus juga berperan dalam menyebarkan tanaman mentimun ini ke Benua Amerika.

Mentimun berwujud buah yang merupakan salah satu bagian dari tanaman mentimun. Selain buah, ada bagian-bagian lain dari tanaman mentimun.

 

1. Akar Mentimun

Menurut saya, akar mentimun ini mirip seperti rambut yang tidak pernah disisir, awul-awulan dan berantakan. Itu versi akar menurut saya yang tidak ilmiah sama sekali. Sekarang mari kita simak pengertian akar yang lebih ilmiah. Menurut Pak Rukmana, akar mentimun berbentuk akar tunggang dan memiliki buluh-buluh akar.

Konon daya tembus akar mentimun ini relatif dangkal di kedalaman 30-60 cm. Lalu saya buktikan sendiri dengan menanam tanaman mentimun. Menurut pengalaman saya dalam menanam mentimun, tanaman ini bisa tumbuh dengan baik dan juga menghasilkan buah yang besar dan segar walau ditanam di pot yang memiliki tinggi sekitar 18 cm dan berdiameter 30 cm. Ini berarti memang akar mentimun relatif dangkal.

Masih menurut Pak Rukmana, akar mentimun yang dangkal ini membuat tanaman peka terhadap kekurangan dan kelebihan air. Menurut pengalaman saya, bila tanaman kekurangan air atau tanah dalam kondisi yang kering maka hal ini berpengaruh pada daun. Daun akan layu bila tanaman kekurangan air.

Sementara bila pot kelebihan air, akar bisa busuk. Oleh karena itu bila ingin menanam mentimun maka jaga selalu agar kondisi tanah lembab, kondisi tanah tidak boleh terlalu kering dan tidak boleh tergenang air. Dan pastikan juga sistem pengairan di tanah dalam kondisi yang baik dan lancar.

Selain Pak Rukmana, Pak Sutedjo juga menambahkan mengenai akar tanaman. Menurut beliau, fungsi dari akar tanaman yaitu menyerap unsur hara yang berada di sekitar akar. Pupuk dan air di tanah akan diserap akar, lalu diedarkan ke seluruh bagian tanaman. Akar ini ibarat tulang punggung keluarga, akar mencari makanan dan minuman untuk menghidupi dan menumbuhkan bagian-bagian tanaman lain.

Berikut ini ada gambaran mengenai akar mentimun,

akar

 

2. Batang dan Sulur Mentimun

Menurut saya lagi, sulur mentimun adalah bagian yang paling indah di tanaman mentimun, terutama sulur yang mulai tumbuh. Sulur ini termasuk batang mentimun. Sulur berbentuk spiral dan muncul di daerah dekat tangkai daun. Ujung sulur mentimun ini peka terhadap sentuhan. Bila di dekat sulur ada benda lain seperti ajir, alat untuk rambatan sulur, tongkat, atau benda apa saja; maka sulur akan mendekati benda-benda ini, setelah itu sulur akan melingkari benda atau alat pemegang tersebut. Setelah melingkari, sulur akan mengunci dirinya sendiri agar sulur tidak terlepas dari alat pemegang.

akar-dan-sulurImdad dan Nawangsih menambahkan jika sulur mentimun berupa batang lunak, berair, berbentuk pipih, berambut halus, berbuku-buku, dan berwarna hijau segar. Batang utama dapat menumbuhkan cabang anakan. Ruas batang atau buku-buku batang berukuran 7―10 cm dan berdiameter 10―15 mm. Diameter cabang anakan lebih kecil dari batang utama. Pucuk batang aktif memanjang.

4Pak Sutedjo juga mengatakan jika sulur mentimun berfungsi menyerap unsur hara yang penting bagi pertumbuhan tanaman. Selain melalui akar, pemberian pupuk bisa dilakukan melalui sulur. Caranya yaitu dengan menyemprotkan pupuk ke batang sulur. Hal ini dilakukan agar pupuk bisa langsung diserap untuk mencukupi kebutuhan bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman mentimun.

3
3. Daun Mentimun

Daun mentimun memiliki dua bentuk. Bentuk yang pertama yaitu daun yang awal tumbuh dari benih. Daun ini berbentuk lonjong dan memiliki tepian yang halus. Selama tanaman mentimun tumbuh, daun ini hanya berjumlah dua. Setelah tanaman tumbuh, akan keluar daun baru yang semakin membesar dan bertambah banyak seiring perkembangan tanaman mentimun.

Daun ini berbentuk seperti tanda “love” segilima dengan ujung yang runcing. Tepian daun ini bergerigi dan permukaan daun berbulu halus. Daun ini bisa membesar dengan lebar mencapai 20 cm. Daun ini berwarna hijau muda bila baru tumbuh, namun daun akan berwarna hijau tua jika sudah dewasa.

Pak Sutedjo menambahkan bila pemberian pupuk juga bisa dilakukan melalui daun. Caranya dengan menyemprotkan pupuk ke daun dan tanaman secara langsung. Namun menurut pengalaman saya, jangan menyemprotkan pupuk ke daun yang baru akan tumbuh karena bila tunas daun disemprot pupuk maka daun akan berkerut dan tidak bisa tumbuh baik.

daunDaun mentimun ini juga bermanfaat bagi manusia. Bersama dengan sulur mentimun yang masih muda, daun mentimun muda bisa dimakan sebagai lalapan mentah atau dikukus. Walau begitu orang-orang lebih senang memanfaatkan buah mentimun sebagai lalapan daripada daun dan sulur mentimun. Saya belum pernah mencoba memakan lalapan dari sulur dan daun mentimun. Mungkin hal ini bisa dicoba sebagai menu makanan agar wajah bisa berkilau seperti peri-peri di THE LORD OF THE RINGS. Peri-peri di dunia tengah kan makanannya daun-daunan dan tanaman-tanaman.

daun-2

 

4. Bunga Mentimun

Tanaman mentimun memiliki bunga jantan dan bunga betina. Menurut Sumpena, bunga mentimun berbentuk terompet dan berwarna kuning bila sudah mekar. Mentimun termasuk tanaman berumah satu, artinya bunga jantan dan betina letaknya terpisah, tetapi masih dalam satu tanaman.

Bunga betina mempunyai bakal buah yang membengkak. Bakal buah tersebut terletak di bawah mahkota bunga. Di dasar bunga betina terdapat indung telur besar. Indung telur ini akan dibuahi oleh serbuk sari dari bunga jantan. Setelah dibuahi maka indung telur akan berkembang menjadi buah mentimun.

bunga-2Hal ini berbeda dengan buah jantan yang tidak mempunyai bagian bakal buah yang membengkak.

bungaPenyerbukan pada bunga mentimun ini biasanya diserbukkan oleh serangga. Akan tetapi jika tidak ada serangga, kita dapat membantu penyerbukan di bunga mentimun. Caranya sebagai berikut:

  • Untuk mengambil serbuk sari dari bunga jantan, maka kita bisa menggunakan kuas kecil yang biasa digunakan untuk melukis.
  • Masukkan ujung dari kuas lukis ke bagian tengah bunga jantan, setelah itu ujung kuas ditekan memutar-mutar agar serbuk sari menempel di ujung kuas.
  • Sesudah serbuk sari menempel di kuas, maka pindahkan serbuk sari ke bunga betina dengan memutar ujung kuas yang telah terdapat serbuk sari ke bagian tengah bunga betina.
  • Untuk hasil yang lebih baik, sebaiknya kita ulangi proses penyerbukan tadi dengan menggunakan bunga betina yang sama namun serbuk sari berasal dari beberapa bunga jantan yang ada di tanaman mentimun.

Kita memang bisa membantu penyerbukan bunga. Tapi selama saya menanam mentimun, saya belum pernah mencoba melakukan penyerbukan. Walau begitu tanaman tetap bisa menghasilkan buah.

 

5. Buah Mentimun

Tanaman mentimun akan menghasilkan buah mentimun sepanjang 10-30 cm. Buah mentimun akan tumbuh menggantung. Warna buah mentimun hijau, namun mentimun berubah warna menjadi kuning setelah tua. Buah merupakan bagian dari tanaman mentimun yang sangat bermanfaat. Daging dan air pada buah mentimun ini berwarna putih ataupun putih kekuningan. Zat berkhasiat yang ada di air buah mentimun sangat bermanfaat untuk kesehatan dan kecantikan. Buah memiliki biji berbentuk pipih meruncing dan berwarna putih. Getah yang terdapat di buah mentimun sangat bermanfaat bagi kesehatan dan kecantikan. Getah ini paling banyak terdapat di bagian ujung mentimun.

buah

 

REFERENSI
Ferianto, Teguh dkk. 2003. Aplikasi Jaringan Syaraf Tiruan dan Analisis Komponen Utama untuk Sortasi Mentimun. Bogor: Buletin Keteknikan Pertanian

Maria, Ana. 2009. Bertahan Hidup dengan Terapi Jus. Yogyakarta: Pustaka Anggrek

Muttaqiin, Zainal. 2010. Pengaruh Kombinasi Pupuk Kandang dengan Pupuk Organik cair Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Mentimun (curcuma sativus l). Malang: Skripsi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Maulana Malik Ibrahim

Nugraheni. 2016. Raja Obat Alami: Mentimun Khasiat A-Z untuk Kesehatan dan Kecantikan. Yogyakarta: Rapha Publishing

Rahayu, Sri Endarti dkk. 2012. Biosistematika Cucumis (Cucurbitaceae) di Jawa. Jakarta: Fakultas Biologi, Universitas Nasional

Rukmana, Rahmat. 1994. Budidaya Mentimun. Yogyakarta: Kanisius

Said, Ahmad. 2006. Budi Daya Mentimun secara Hidroponik. Jakarta: Ganeca Exact

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kalender

Oktober 2016
S S R K J S M
« Sep   Nov »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Top Rated

HTML hit counter - Quick-counter.net
free counters
free counters

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 15 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 171,062 hits
%d blogger menyukai ini: