Terapi Depresi dengan Berkebun

Tinggalkan komentar

Agustus 7, 2016 oleh nugraheniismyname

edit

Saya pernah membaca artikel jika berkebun bisa digunakan sebagai salah satu cara untuk terapi depresi. Menurut opini saya, ada benarnya juga artikel tersebut. Dengan berkebun, kita bisa menumbuhkan rasa sayang pada tanaman yang ditanam. Siapa tahu dengan adanya rasa sayang pada tumbuhan, maka bisa memunculkan rasa sayang pada diri sendiri. Pada saat depresi ini, rasa sayang pada diri sendiri sangat diperlukan untuk mengusir pikiran bahwa diri sendiri tidak berguna dan untuk melawan pikiran-pikiran yang me-bully diri sendiri.

Dengan melihat pertumbuhan tanaman sedikit demi sedikit, tanaman memunculkan bunga, tanaman memunculkan buah, tanaman memunculkan sulur, tanaman memunculkan duri, dan tanaman memunculkan bagian-bagian lain; maka hal-hal itu bisa membuat senang atau menghibur diri. Apalagi tanaman yang ditanam di area yang didesain khusus menjadi tempat yang indah dan menyenangkan.

Namun yang perlu diperhatikan yaitu depresi tidak mengenal waktu dan tempat serta keadaan. Depresi tidak melulu soal sedih dan terpuruk setiap detik. Terkadang bila otak memerintahkan untuk depresi maka depresilah. Tapi di lain waktu bila otak memerintahkan untuk euphoria maka euphoria-lah. Beberapa waktu kemudian, bila otak memerintahkan ketakutan, maka ketakutanlah. Begitu orang yang berjuang melawan depresi akan dipermainkan oleh otaknya sendiri.

Pada waktu depresi memang orang akan berada di titik terdalam dan berada dalam kondisi yang gelap pekat. Tidak ada harapan, jiwa terasa hampa, tidak memiliki emosi, badan terasa berat, badan mudah lelah walau hanya membalikkan badan saja, tidak memiliki minat atau tidak memiliki rasa tertarik pada apapun, ingin berada di tempat tidur sepanjang waktu, tidak ingin bertemu dengan orang-orang walau itu saudara atau orangtua sendiri, dan perasaan serta pikiran yang bisa membuat kehilangan diri sendiri serta asing pada diri sendiri.

Pada kondisi ini tentu orang yang berada dalam fase depresi malas untuk berkebun. Nah, dalam hal ini penderita depresi harus bisa mengendalikan diri dan melawan pikiran-pikiran gelap tersebut. Memang tidak mudah tapi tetap harus berusaha! Gerakkan kaki pergi ke toko pertanian untuk membeli pot, bibit, dan alat-alat yang diperlukan. Bagaimana jika tidak ada uang? Gunakan ember bekas atau kaleng bekas untuk media tanam. Bagaimana dengan bibit? Bila tidak punya uang untuk beli bibit, maka bila ingin menanam cabai, minta cabai busuk pada tetangga atau saudara. Bila ingin menanam tomat, minta tomat yang sudah busuk ke saudara atau tetangga. Biasanya biji dari cabai dan tomat yang busuk bisa digunakan sebagai bibit. Lalu bagaimana bila ingin menanam bunga? Sabar saja terlebih dahulu. Bila cabai dan tomat sudah berbuah maka cabai dan tomat bisa dijual lalu uang digunakan untuk membeli bibit bunga.

Tapi di tengah-tengah perjalanan, berkebun bisa membuat mood malah bertambah buruk. Bagaimana bisa? Misalnya tanaman tidak mau tumbuh dengan baik, tanaman diserang hama, bunga dan buah berguguran, dll. Hal-hal itu bisa memengaruhi kondisi emosi. Untuk mengantisipasi hal ini tentu sebelum berkebun harus menyiapkan strategi-strategi dalam mengatasi hal tersebut. Atau dengan kata lain: buat perencanaan yang matang sebelum menanam. Sebelum menanam tanaman, harus diperhatikan media yang cocok bagi tanaman, musim yang tepat untuk menanam tanaman, tempat yang cocok untuk menanam, pupuk yang tepat, pestisida yang tepat, dll. Tapi bila semua persiapan telah dilakukan dengan matang dan tanaman tidak tumbuh dengan baik, jangan menyerah! Terus melakukan penelitian dan percobaan hingga tanaman bisa tumbuh dengan baik. “JANGAN MENYERAH DAN JANGAN PUTUS ASA” itu memang pikiran yang harus ditanamkan kuat-kuat di pikiran untuk melawan serangan depresi.

Seperti yang saya tulis di awal, depresi tidak melulu sedih dan putus asa dan kehilangan harapan. Ada masa dimana datang pikiran penuh semangat dan penuh kebahagiaan. Pada saat masa ini datang, kembangkan secara kreatif pengalaman berkebun tadi (pada saat tanaman tidak tumbuh dengan baik atau pada saat tanaman tumbuh dengan baik). Biasanya dalam kondisi seperti ini, ada banyak sekali ide-ide yang berjubelan di otak hingga membuat bingung. Tangkap ide-ide yang berjubelan tersebut dengan cara:

  1. Menulis. Bila tanaman tidak tumbuh dengan baik,tulis tumbuhan yang tidak tumbuh dengan baik tersebut. Tulis jenis-jenis hama yang menyerang, tulis jamur yang mengakibatkan tanaman tidak tumbuh dengan baik, dll. Bila tanaman tumbuh baik, kamu juga bisa tuliskan tips-tips keberhasilanmu dalam menanam, tulis setiap bagian-bagian tanaman, dll. Kamu juga bisa membuat cerpen atau puisi dari pengalaman menanam tanaman tersebut;
  2. Memotret. Bila kamu senang mengambil gambar tentang apa saja, maka bila tanaman tidak tumbuh dengan baik, foto saja tanaman itu. Foto hama-hama yang menyerang, foto jamur-jamur yang menyerang, dll. Namun bila tanaman tumbuh baik, kamu juga bisa mendapatkan gambar-gambar seperti gambar bunga yang indah, gambar buah yang segar, dll;
  3. Menggambar. Bila senang menggambar maka kamu bisa menggambar hama yang menempel di daun, menggambar bunga yang indah, menggambar buah, dll;
  4. Membuat video, membuat gambar format GIF, dll. Kamu bisa membuat video atau membuat gambar bergerak format GIF tanaman yang tumbuh, bunga yang tumbuh, hama yang bergerak dari satu daun ke daun lain, hama yang memakan daun, dll;
  5. Melakukan kegiatan kreatif lainnya sesuai dengan isi otak masing-masing.

Dengan melakukan hal-hal seperti contoh di atas, secara otomatis kamu akan mendapat informasi baru yang bisa memperkaya isi otakmu.

Bila telah melakukan persiapan menanam dengan baik, tentu hasil akan baik pula dengan ijin Tuhan tentu saja. Tanaman yang tumbuh dengan baik, tentu hal ini akan menyumbangkan hal positif di otak. Bila pikiran menjadi positif, perasaan akan ikut positif pula, begitu pula dengan organ-organ tubuh lainnya. Dengan berkebun, kamu akan mendapatkan hal-hal menarik yang bisa dijadikan pemicu bagi tumbuhnya ide-ide kreatif. Selain itu berkebun juga bisa digunakan untuk menghibur diri.

Sekian dulu tulisan kali ini. Semua ini hanya opini penulis belaka yang didasarkan pada pengamatan yang dangkal. Bila ada dari kalian yang menderita depresi parah yang membuat diri sendiri kehilangan kendali, sebaiknya segera konsultasi ke ahli kejiwaan. Sekian dan salam. Selamat berkebun bila ingin berkebun; bila tidak, maka lakukan kegiatan positif lainnya. Jangan mudah putus asa.

Saya mau menukil quote dari pihak lain (saya ijin mengutip bagi orang yang pertama kali membuat quote ini), siapa tahu bisa memberi motivasi. Quote ini cukup bagus, isinya: “Plant your own garden and decorate your own soul, instead of waiting for someone to bring you flowers.”

Tetap berusaha semoga Tuhan melimpahkan kebahagiaan dan berkah pada kita semua. Aamiin.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kalender

Agustus 2016
S S R K J S M
« Jul   Sep »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Top Rated

HTML hit counter - Quick-counter.net
free counters
free counters

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 15 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 171,062 hits
%d blogger menyukai ini: