Menanam Mentimun tanpa Bahan Kimia di Pot

Tinggalkan komentar

Mei 21, 2016 oleh nugraheniismyname

image

Umumnya mentimun ditanam di ladang atau di lahan yang luas, tapi di tulisan kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya menanam mentimun di pot tanpa bahan kimia. Maksud tanpa bahan kimia di sini yaitu tanaman dipupuk dengan menggunakan pupuk cair organik, dan untuk mencegah hama maka saya gunakan pestisida organik. Untuk lebih jelasnya, berikut ini hal-hal yang bisa diperhatikan pada saat ingin menanam mentimun di pot tanpa bahan kimia:

 

Alat-alat:

  • Zeolit;

img_4058.jpg

  • Pasir;
  • Tanah;
  • Pot plastik berdiameter 25-30 cm warna hitam. Pilih pot yang memiliki lubang di dasarnya. Lubang ini berfungsi sebagai drainase;

img_4057.jpg

  • Gelas plastik bekas sisa air mineral;
  • Benih mentimun;

img_4053.jpg

  • Pupuk organik cair;

img_4052.jpg

  • Pembasmi hama yang aman bagi manusia (pembasmi hama organik);
  • Strimin, digunakan untuk melapisi bagian dalam dasar pot;

img_4055.jpg

  • Alat semprot sebanyak 2-3 alat. Alat ini bisa digunakan untuk wadah pupuk cair, wadah pembasmi hama, wadah air untuk menyiram, dll;

img_4048.jpg

  • Sarung tangan. Agar tangan tidak kapalan dan kotor, sebaiknya memakai sarung tangan karet pada saat proses tanam menanam;
  • Masker penutup hidung. Supaya hidung tidak menghirup zat-zat yang tidak diinginkan, disarankan memakai masker pada saat proses tanam menanam;
  • Sepatu bot tahan air. Sepatu jenis ini digunakan pada saat mencari tanah dan mencampurkan tanah dengan pasir atau zeolit.

 

Membuat Media Tanam di Pot:

  • Untuk membuat media tanam di pot maka campurkan tanah dengan zeolit atau pasir. Pencampuran ini dilakukan supaya media tanam gembur. Apabila ingin menggunakan zeolit untuk campuran, maka zeolit dicuci dengan air bersih hingga air buangan terlihat jernih;
  • Bila media tanam terbuat dari campuran tanah dan zeolit, maka masukkan strimin dengan ukuran 25cmX25cm atau ukuran 30cmX30cm di dasar pot. Setelah dasar pot terlapisi strimin, masukkan media tanam yang terbuat dari campuran tanah dan zeolit.
  • Komposisi campuran yaitu 60% tanah dan 40% pasir (jika menggunakan campuran tanah dan pasir) atau 60% tanah dan 40% pasir zeolit berbutir lembut (jika menggunakan campuran tanah dan zeolit) atau bisa juga dikira-kira sendiri yang penting media tanam terasa gembur dan tidak terlalu padat. Setelah tercampur rata maka sisihkan dulu media tanam tersebut;
  • Apabila ingin menggunakan media tanam yang terbuat dari campuran tanah dan pasir, maka lapisi bagian dasar pot dengan menggunakan batu-batu kerikil terlebih dahulu. Masukkan batu-batu kerikil secukupnya saja dengan ketinggian sekitar 2-3 cm dari dasar pot;
  • Setelah kerikil dimasukkan, selanjutnya masukkan campuran tanah dengan pasir hingga penuh. Setelah itu pot berisi media tanam disisihkan.

 

Media untuk Pembibitan:

IMG_4444

  • Ambil gelas plastik bekas air mineral, dan lubangi bagian dasar gelas sebanyak 4 lubang;
  • Buat campuran tanah dengan pasir dengan komposisi 70% tanah + 30% pasir. Masukkan campuran tersebut ke gelas hingga penuh;
  • Setelah itu letakkan benih atau biji mentimun di permukaan campuran tanah dan pasir yang ada di dalam gelas. Benih atau biji mentimun jangan ditimbun karena bila ditimbun maka biji tidak bisa berkecambah. Setelah itu letakkan benih di tempat yang terlindung dari sengatan matahari langsung dan curahan air hujan langsung. Walaupun begitu, pastikan benih tetap memperoleh cahaya matahari. Contoh: letakkan benih di teras rumah;
  • Siram benih tiap pagi dan sore. Pastikan benih jangan sampai terendam air karena bila terendam maka biji bisa busuk.

 

Memindahkan Bibit ke Pot:

  • Apabila berhasil, maka satu minggu setelah biji dibibitkan, benih akan tumbuh dua daun dan satu tunas daun baru;
  • Dua minggu setelah benih dibibitkan, tanaman mentimun akan memiliki 4 helai daun. Dua helai daun berbentuk panjang, lonjong, dan halus; dan dua daun baru berbentuk hati dengan bagian pinggir bergerigi dan permukaan ditumbuhi bulu-bulu halus;
  • Pada saat tanaman mentimun telah memiliki 4 daun ini, tanaman dipindahkan ke pot;

IMG_4459

  • Sebelum tanaman mentimun dipindahkan ke pot, pastikan media tanam di dalam pot dalam kondisi gembur. Apabila ada gumpalan-gumpalan tanah maka gumpalan tersebut dihancurkan;
  • Setelah kondisi media tanam gembur, buat lubang di tengah-tengah media tanam. Ukuran lubang sesuai dengan ukuran tanah di dalam gelas plastik bekas air mineral;
  • Pindahkan bibit tanaman mentimun di gelas ke dalam lubang di pot. Setelah itu, tutupi daerah di sekitar dasar batang dengan tanah agar batang tidak ambruk. Selain itu, pada saat memindahkan ini juga harus hati-hati karena batang tanaman mentimun mudah patah;
  • Pada saat tanaman mentimun ini sudah berada di pot, tempatkan tanaman di tempat yang bisa menerima cahaya matahari secara langsung. Apabila musim penghujan, maka setiap hujan tiba, pot dipindah ke tempat yang terlindung dari hujan. Bila malam hari, tempatkan tanaman mentimun di dekat lampu;
  • Setiap pagi hari, semprotkan pupuk cair organik ke tanah di pot. Sebaiknya jangan semprotkan pupuk cair organik ke daun mentimun secara langsung karena saya pernah menyemprotkan pupuk langsung ke daun dan daun menjadi keriting;
  • Cara menggunakan pupuk cair organik yaitu:bila kita beli pupuk organik maka kita akan mendapat dua botol yaitu botol A Mix dan B Mix. Cara pakai yaitu: campurkan 1 sendok teh pupuk cair dari A Mix+1sendok teh pupuk cair dari B Mix ke dalam 1 liter air. Setelah pupuk organik dicampur, semprotkan pupuk cair organik ke media tanam setiap pagi secara teratur;
  • Pastikan sistem pengairan di pot baik agar air tidak tergenang di dalam pot;
  • Untuk mencegah hama maka siapkan botol semprot satu lagi. Cara membuat pencegah hama secara alami yaitu: ambil 1 siung bawang putih, 1 buah cabe, dan ΒΌ sendok makan sabun cair cuci piring. Bawang dan cabe dihaluskan lalu masukkan ke 1 liter air dan jangan lupa ditambahkan sabun cair cuci piring. Rebus semua bahan hingga mendidih, lalu diamkan selama satu hari. Setelah didiamkan, saring pestisida alami tersebut dan semprotkan ke tanaman mentimun tiap pagi. Selain campuran bawang dan cabe, pestisida alami juga bisa dibuat dengan menggunakan campuran kunyit, jahe, dan lengkuas. Cara membuatnya yaitu lengkuas 3 cm + kunyit 3 cm + jahe 3 cm. Haluskan 3 benda tersebut lalu larutkan ke 250 ml air. Diamkan campuran sehari, saring, ditambahkan sabun cair cuci piring 1/4 sendok makan, lalu gunakan pestisida alami tersebut untuk menyemprot tanaman setiap pagi;
  • Yang perlu diperhatikan pada saat menyemprot yaitu jangan semprotkan pestisida alami secara langsung dan secara berlebihan ke daun yang masih sangat muda atau daun yang baru saja kuncup. Hal ini dilakukan agar daun tidak kering sebelum berkembang.
  • Setiap sore hari tanaman disiram dengan air. Bila musim hujan dengan intensitas tinggi, maka pada sore hari tanaman tidak perlu disiram.

 

Perawatan:

  • Sebagai tempat rambatan tanaman mentimun, perlu diletakkan ajir setinggi 2 meter lebih di dalam pot. Tiap puncak ajir saling ditali dan dihubungkan dengan rafia atau tali yang kuat. Jumlah ajir 4 buah dan diletakkan di dalam di pinggir pot. Atau tanaman mentimun bisa juga dirambatkan di pagar rumah;
  • Apabila tanaman mentimun tumbuh dengan baik maka akan muncul daun-daun baru yang lebih lebar. Berikut ini ada gambar tanaman mentimun berusia dua minggu setelah masa tanam di pot;

IMG_4426

  • Sulur mentimun juga akan tumbuh;

3

  • Bila musim kemarau, tanaman bisa disemprot pupuk cair tiap pagi, dan sore harinya tanaman disiram air. Bila menanam mentimun di musim hujan, sebaiknya menyemprot dan menyiram tanaman tiap pagi saja. Hal ini dilakukan agar tanaman tidak terlalu lembab, bila terlalu lembab maka daun-daun tua akan ditumbuhi bintik-bintik putih yang bisa mematikan daun;
  • Setelah sulur tumbuh, kurang lebih satu minggu kemudian akan tumbuh bunga mentimun. Bunga ini menjadi bakal buah mentimun. Dalam satu tanaman mentimun bisa tumbuh banyak bunga, namun tidak semua bunga bisa berbuah karena ada bunga yang rontok. Bunga yang tidak rontok akan menjadi buah mentimun;

IMG_4515

  • Bunga yang tidak rontok akan memunculkan bakal buah seperti di bawah ini;

IMG_4538

IMG_4534

  • Bila pohon mentimun sudah berbuah, tetaplah tanaman diberi pupuk cair organik dan pestisida alami secara teratur agar tanaman terus tumbuh dan menghasilkan buah mentimun;
  • Selamat berkebun, kapan-kapan kalau Tuhan mengijinkan akan saya bagikan tulisan mengenai cara memanen mentimun serta tulisan manfaat mentimun bagi kesehatan dan kecantikan;
  • Berikut ini tanaman mentimun saya yang tumbuh semakin panjang hampir 3 meter pada saat saya menulis tulisan ini;

IMG_4526

IMG_4528

IMG_4531

Sekian. Sampai jumpa lagi di tulisan berikutnya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kalender

Mei 2016
S S R K J S M
« Mar   Jun »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Top Rated

HTML hit counter - Quick-counter.net
free counters
free counters

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 15 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 171,062 hits
%d blogger menyukai ini: