Suki dan Hubungannya dengan Sesama Manusia

Tinggalkan komentar

Juli 30, 2015 oleh nugraheniismyname

suki

Suki adalah nama manusia. Pada waktu remaja, ia pernah menderita penyakit tidak tampak mata. Sepertinya, penyakitnya ini selalu mengikuti Suki. Penyakit ini membuat Suki bisa merasa sedih yang dalam dan berkepanjangan, membuat dia ketakutan tanpa sebab, membuat dia merasa kosong, membuat dia merasa marah tanpa sebab, membuat dia menyalahkan diri sendiri, membuat dia menyakiti diri sendiri, dan kadang membuat Suki menyalahkan apa saja dan siapa saja, membuat dia membenci diri sendiri dan hidupnya, membuat dia bingung dengan diri sendiri karena dia dipermainkan oleh pikiran-pikiran dan otaknya sendiri.


Kondisi gangguan yang tak kasat mata itu membuat Suki lebih senang menyendiri dan mengisolasi diri. Terkadang dengan menyendiri, dia bisa berselancar dengan pikiran-pikirannya yang sedang menguasai tanpa harus diketahui orang lain. Seperti misalnya, bila kesedihan yang mendalam dan panjang menyerangnya, maka dengan menyendiri dia bisa menenangkan diri tanpa diketahui orang lain. Dan, bila dia sedang diserang ketakutan tanpa alasan, maka ia berusaha berjuang mengatasi ketakutannya tanpa diketahui orang lain.

 
Semakin lama, Suki lebih senang menyendiri dan mengisolasi diri. Ia benar-benar nyaman dengan dunianya sendiri. Namun, ia tidak benar-benar nyaman karena ia seperti terlepas dari dunia nyata dan dunia di sekelilingnya. Sebenarnya ia ingin terlepas dari gangguan tak kasat mata yang mengikutinya, Suki ingin hidup seperti manusia-manusia ‘normal’ lain. Hingga pada suatu ketika, Suki menceritakan apa yang dia alami pada seseorang. Suki bercerita jika ia sering didera kesedihan yang dalam dan berkepanjangan, ia juga cerita jika ia sering diserang ketakutan dan sering merasa terancam tanpa alasan.

 
Pada saat seseorang ini selesai mendengarkan cerita Suki, seseorang ini berkata, “Suki. Mungkin kamu kurang silaturahmi. Selama ini, kamu sering menyendiri. Bisa jadi kamu hanya kurang silaturahmi. Cobalah lebih menjalin silaturahmi dengan sesama manusia, dan cobalah membuka diri.” saran seseorang ini.

 
Begitu mendengar saran dari seseorang ini, Suki berniat menjalankan apa yang disarankan oleh seseorang ini. Suki mulai keluar dari dunianya sendiri. Ia lebih sering bergaul dengan orang-orang. Ia mulai lebih sering berkunjung ke rumah orang-orang. Apakah Suki bisa terlepas dari gangguan tak kasat mata yang selalu mengikutinya setelah ia banyak silaturahmi dan berusaha bergabung bersama orang-orang? Dan berikut ini penjelasan Suki ketika ia silaturahmi dan ketika ia bertemu dengan banyak orang. Mengingat begitu besarnya perjuangan Suki ketika ia harus silaturahmi dan bertemu orang-orang, maka kondisi-kondisi ketika Suki bertemu orang-orang ini perlu dicatat. Kondisi-kondisi yang bisa berubah-ubah ini sebagai berikut:

Kondisi 1. Suki Merasa “Senang”
Pada saat Suki telah bertemu orang-orang, pikiran Suki bisa teralihkan. Ia bisa bercanda dan tertawa bersama orang-orang. Jika ada temannya yang melucu, ia bisa tertawa. Bahkan, Suki juga bisa ikut bercanda. Ia bisa senang dan bersemangat bila bersama dengan orang-orang. Namun, rasa senang tidak bertahan lama. Begitu ia pulang ke rumah dan merasa sendirian di kamar, suasana yang senang tersebut berganti menjadi suasana sedih yang dalam atau suasana ketakutan tanpa sebab atau perasaan kehilangan (entah kehilangan dari apa?). Semakin Suki merasa senang dan terhibur ketika ia bersama orang-orang, maka ketika ia sendirian, ia akan semakin sedih atau ia akan semakin merasa terancam.

Kondisi 2. Suki Merasa “Kosong”
Kondisi 2 ini terjadi ketika Suki sudah merasa kosong ketika ia akan berangkat bertemu orang-orang. Pada saat ia berada di keramaian atau di tengah-tengah orang, ia seperti tidak menyatu dengan lingkungan sekeliling. Ia seperti bisa melihat dirinya sendiri yang diam di antara kerumuman orang. Dan, ia seperti tidak merasakan kehadiran orang-orang. Begitupun sampai di rumah, bisa saja perasaan kosong masih menyelimutinya, namun bisa jadi perasaan kosong berubah menjadi perasaan senang dan tenang atau berubah menjadi perasaan sedih yang dalam, bahkan berubah menjadi perasaan ketakutan tanpa sebab.

Kondisi 3. Suki Merasa “Sedih”
Kondisi ini terjadi ketika ia berangkat akan bertemu orang-orang, ia sudah merasa sedih, ia merasa lelah dan malas, dan badan begitu berat untuk bertemu orang-orang. Ia seperti hanya ingin tiduran di atas tempat tidur. Namun berhubung kondisi memaksa dia untuk bertemu orang-orang, maka ia dengan berat hati melawan dirinya sendiri. Suki memaksakan diri bertemu orang-orang dalam kondisinya yang begitu sedih dan lelah. Pada saat ia bertemu dengan orang-orang, ia memandang orang dengan pandangan sinis dan semua hal terlihat tidak penting dan tidak ada harapan dan semua terlihat pecuma. Begitu Suki sampai di rumah, perasaan itu bisa saja terus menggelayutinya, tapi bisa jadi perasaan itu telah berubah menjadi perasaan terancam, marah, dll.

Kondisi 4. Suki Merasa “Terancam”
Kondisi ini bisa terjadi ketika Suki akan berangkat untuk bertemu orang-orang, Suki sudah merasa terancam. Setelah bertemu dengan orang-orang ia masih terancam. Atau bisa jadi, Suki berangkat dengan perasaan biasa-biasa saja, namun begitu ia bertemu dan berbicara dengan orang-orang, ia bisa tiba-tiba menjadi terancam dan terserang panik. Dalam kondisi ini, Suki merasa ingin menghilang. Sesampainya di rumah atau pada saat ia sendirian, ia bisa semakin merasa terancam dan panik.

Kondisi 5. Suki Merasa “Marah”
Kondisi ini bisa terjadi ketika Suki akan berangkat bertemu orang-orang, Suki telah dikuasai rasa marah. Entah ia merasa marah kepada siapa? Hanya Tuhan dan alam bawah sadar Suki yang tahu. Suki juga tidak tahu mengapa ia marah? Pada saat Suki telah bertemu orang-orang, suki bisa saja mudah marah ketika orang-orang berkata apa saja. Suki bisa merasa marah jika ia mendengar perkataan orang-orang, walau terkadang perkataan itu terdengar biasa-biasa saja bagi orang lain. Atau kondisi ini bisa terjadi ketika Suki akan berangkat bertemu orang-orang, kondisi Suki dalam keadaan biasa-biasa saja, namun begitu bertemu dengan orang-orang, Suki begitu mudah merasa tersinggung dan mudah marah. Sesampainya di rumah atau pada saat Suki sendiri, maka perasaan marah bisa terus berlanjut menguasainya. Atau bisa jadi perasaan marah berubah menjadi perasaan terancam dan perasaan sedih yang dalam.

Kondisi-kondisi di atas bisa silih berganti menyertai Suki ketika Suki berada bersama orang-orang. Seperti misalnya, hari ini ia bertemu dengan orang-orang ia berada di kondisi 1. Keesokan harinya, ketika Suki bertemu orang-orang, Suki berada di kondisi 2. Keesokan harinya lagi, Suki berada di kondisi 3. Lalu, bisa jadi, keesokan harinya lagi, Suki berada di kondisi 1 atau kondisi 4 atau kondisi 5, dan seterusnya. Kondisi Suki setiap bertemu dengan orang-orang bisa berubah-ubah sesuai dengan keinginan otaknya sendiri. Dan, Suki selalu berjuang melawan pikiran-pikiran yang muncul di otaknya tersebut agar ia bisa bertahan.

Atas kondisinya tersebut, Suki lebih suka menyendiri. Walaupun begitu, pada dasarnya Suki tidak ingin benar-benar sendiri. Walau ia ingin sendiri, tapi ia tetap ingin ada orangtua, saudara dan teman-teman yang ada disekelilingnya dan selalu ada untuknya. Suki suka menyendiri bukan berarti Suki tidak peduli dengan lingkungan sekitar, bukan berarti Suki adalah orang sombong, bukan berarti Suki tidak mau bergaul. Suki suka menyendiri karena ia memang senang menyendiri. Dengan menyendiri di dunianya sendiri, Suki bisa berimajinasi, Suki lebih bisa menenangkan diri, Suki lebih bisa merasa tenang, dll.

Jadi gangguan dan penyakit tak kasat mata yang diderita Suki bukan berarti ia kurang silaturahmi atau ia kurang bergaul. Saya mengerti kondisi Suki, hanya saja orang-orang lain mungkin kurang mengerti kondisi Suki.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kalender

Juli 2015
S S R K J S M
« Jun   Des »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Top Rated

HTML hit counter - Quick-counter.net
free counters
free counters

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 15 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 170,141 hits
%d blogger menyukai ini: