Osteoarthritis

Tinggalkan komentar

Juli 30, 2015 oleh nugraheniismyname

osteoarthritiss

Osteoarthritis adalah salah satu jenis radang sendi. Saya akan menulis jenis radang sendi ini karena kata dokter, saya terkena osteoarthritis.

Sejak saya masih SMA, saya sudah terkena radang sendi, tepatnya sendi di atas tumit kanan dan sendi di atas tumit kiri. Seiring berjalannya waktu, radang sendi bisa kambuh sewaktu-waktu. Setiap pergi ke dokter, dokter mengatakan jika saya kena radang sendi.

Beberapa waktu belakangan ini, radang sendi kambuh. Sendi yang meradang yaitu sendi-sendi di atas tumit kanan dan tumit kiri. Radang sendi diobati dan sembuh. Namun beberapa hari kemudian, dua lutut saya juga terkena radang sendi. Keadaan sendi di dua lutut semakin memburuk hingga membuat saya tidak bisa berjalan dan badan terasa demam. Bahkan, semua sendi di tangan juga ikut nyeri. Akhirnya, saya dibawa ke rumah sakit. Di sana, saya diperiksa oleh dokter saraf. Setelah dilakukan pemeriksaan selama beberapa kali, dokter saraf bilang jika saya tidak boleh makan jeroan. Saya tanya ke dokter untuk memastikan lagi jenis penyakit apa yang saya derita. Dokter berkata jika saya terkena radang sendi, namun dokter tidak menjelaskan jenis radang sendi yang saya derita.

Agar benar-benar sembuh, saya periksa lagi ke dokter saraf. Pada saat itu,  dokter senior sedang ada keperluan. Hal ini membuat saya diperiksa oleh dokter pengganti, seorang dokter wanita yang masih muda. Beliau terheran-heran pada waktu mengetahui jenis radang sendi yang saya derita.

Begini kata dokter, “Periksa sama siapa, Mbak?” Dokter wanita itu terlihat mencari-cari seseorang yang mungkin bersama saya.

“Saya periksa sendiri, Bu Dokter.” jawab saya sambil duduk di dekat meja dokter. Memang pada waktu masuk ke ruang periksa, saya seorang diri. Tapi, di luar ruangan, ada bapak saya yang mengantar saya.

“Mbak yang sakit?” tanya dokter seperti tidak percaya.

“Iya.” Saya mengangguk.

“Mbak ini kena osteoarthritis. Biasanya, penyakit ini dialami orang tua, lho.” komentar dokter.

“Ya. Saya sudah kena radang sendi sejak saya SMA, Bu Dokter. Radang sendi sering kambuh.” kata saya. Bu dokter mengangguk-angguk.

Berhubung saya penasaran dengan radang sendi yang mengikuti hidup saya, saya tanya lagi ke dokter, “Dok, radang sendi saya bisa sembuh tidak ya?”

Dokter menjawab, “Emm. Radang sendinya sering kambuh, ya?”

Saya berkata, “Iya. Kambuh-kambuhan.”

Dokter hanya mengangguk-angguk saja sambil menulis resep obat. Beliau berkata, “Kalau sudah tidak nyeri dan sakit lagi, Mbak tidak perlu kontrol lagi ke sini. Ini nanti saya kasih obat untuk 10 hari.”

Sayapun mengangguk tanpa mendapat jawaban mengenai kepastian radang sendi. Berhubung pada waktu itu saya juga terkena batuk, saya sekalian minta obat batuk sama Bu Dokter. Namun sesampainya di apotek, obat batuk tidak tersedia di apotek rumah sakit. Akhirnya, sayapun beli obat batuk tak berdahak di apotek pinggir jalan.

Itu sekilas cerita saya mengenai osteoarthritis yang saya derita. Berhubung saya menderita radang sendi, saya harus memperhatikan perubahan-perubahan atau segala sesuatu yang bisa mempengaruhi kesehatan sendi. Untuk saat ini hal-hal yang perlu dicatat yaitu,

  • Saya tidak boleh makan telur berlebihan. Beberapa hari ini, saya makan telur berlebihan. Satu hari bisa makan 2 telur dalam bentuk telur ceplok dan telur asin. Kadang kalau buat mie, saya campurkan telur di mie. Kadang kalau ada telur rebus ayam kampung, saya nyemil telur itu. Telur ayam kampung rebus memang enak kalau buat cemilan. Hal yang saya alami ketika saya makan telur berlebihan yaitu tentu saja akan berdampak pada sendi-sendi, terutama sendi lutut. Kalau saya makan telur berlebihan, dua sendi lutut terasa pegal dan nyeri. Bukannya saya menyalahkan makanan terutama telur. Semua makanan tentu rejeki yang harus disyukuri. Namun dalam hal ini, makan telur boleh saja, asalkan jangan berlebih-lebihan, karena sesuatu yang berlebihan tidak diperbolehkan oleh Tuhan.
  • Saya harus segera memakai baju hangat ke seluruh tubuh bila cuaca dingin. Ketika cuaca kemarau seperti sekarang ini, setiap malam hingga pagi hari, cuaca di lingkungan tempat tinggal sangat dingin sekali. Bila cuaca terlalu dingin, sendi terutama sendi lutut terasa tidak enak. Sekali lagi, bukannya saya menyalahkan cuaca, tapi saya harus lebih menjaga diri dan beradaptasi jika cuaca dingin sekali. Saya harus memakai baju hangat ketika cuaca dingin. Pada dasarnya, saya lebih menyukai cuaca dingin daripada cuaca panas. Walaupun begitu, semua cuaca harus disyukuri dan jangan mengeluh terhadap cuaca.
  • Saya tidak boleh terlalu lama menekuk kaki. Posisi menekuk kaki seperti duduk terlalu lama, jongkok terlalu lama, dan posisi menekuk kaki lainnya bisa berpengaruh pada dua sendi lutut. Sendi lutut bisa terasa sakit dan tidak nyaman bila kaki menekuk terlalu lama. Untuk menghindari hal itu, bila saya duduk, saya sesekali harus menggerakkan kaki atau meluruskan kaki, dll.

Begitulah pengalaman saya tentang osteoarthritis. Bagi yang telah bersedia membaca, saya ucapkan terimakasih banyak. Semoga kita semua selalu sehat fisik dan mental. Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kalender

Juli 2015
S S R K J S M
« Jun   Des »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Top Rated

HTML hit counter - Quick-counter.net
free counters
free counters

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 15 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 171,062 hits
%d blogger menyukai ini: