Isolasi Diri

Tinggalkan komentar

Juni 10, 2015 oleh nugraheniismyname

isolasi kecil

Menurut saya sendiri, isolasi diri bisa disebut juga mengasingkan diri, menyendiri, menarik diri, dan hidup dengan dunia sendiri. Mengapa seseorang bisa menyendiri dan menjadi manusia penyendiri? Masih menurut diri saya sendiri, seseorang lebih senang menyendiri bersama dengan diri sendiri karena bisa jadi ia selalu merasa terancam bila berada di keramaian. Selain merasa terancam, bisa jadi ia akan merasa sakit kepala dan bingung serta merasa tidak nyaman. Untuk menghindari perasaan terancam, sakit kepala, dan bingung tersebut; maka seseorang memilih menyendiri dan berada di kesunyian di tempat yang aman menurut diri sang Penyendiri.

Selain hal di atas, menyendiri bisa disebabkan karena rasa lelah. Lelah di sini bukan karena lelah setelah bekerja atau melakukan kegiatan. Lelah di sini disebabkan karena gangguan kecemasan yang bercabang-cabang, kesedihan tanpa akhir, perasaan yang kosong tanpa emosi, dan tipuan-tipuan otak yang benar-benar membuat seseorang merasa kelelahan sehingga ia memilih menyendiri dengan dirinya sendiri. Kelelahan yang aneh ini membuat seseorang enggan berpura-pura bahagia di depan orang-orang, enggan beramah-tamah dengan orang-orang, dan enggan-enggan lainnya. Bila manusia penyendiri terpaksa berinteraksi di keramaian, maka setelah ia kembali berada di dunianya, ia merasa kelelahan sekali.

Seseorang yang senang mengisolasi diri juga bisa disebabkan ia memiliki perasaan yang sangat sensitif. Orang dengan perasaan sensitif, ia bisa mudah kasihan dan suka membantu. Namun di satu sisi, ia mudah peka terhadap perkataan negatif dan perilaku negatif orang lain. Rasa sensitif ini akan terus berada di otaknya, tertanam hingga tumbuh berakar dan bercabang ke mana-mana. Lama kelamaan rasa sensitif bisa berubah menjadi pikiran yang menguasai dengan kuat. Oleh karena hal itu, seseorang lebih suka mengisolasi diri dan menyendiri untuk menghindari pikiran-pikiran negatif yang bisa melumpuhkan.

Jenis manusia yang senang menyendiri, ia hidup di dunianya sendiri. Ia ditarik oleh dunianya sendiri untuk tetap hidup dan tinggal di dunianya itu. Ia merasa tidak nyaman dan merasa terancam jika ada seseorang yang berusaha masuk ke dunianya. Ia juga merasa terancam jika ia terpaksa harus keluar dari dunianya. Terkadang, jenis manusia ini berpikir jika ia harus hidup seperti manusia pada umumnya. Namun, pikiran ini hanya akan membuat dirinya semakin terancam dan menderita kesedihan yang dalam.

Apakah manusia yang suka mengisolasi diri benar-benar ingin sendiri dan tidak mau hidup dengan orang lain? Pada dasarnya, orang yang suka mengisolasi diri hanya ingin berada di dunianya sendiri. Ia masih butuh orang lain dan ia tidak benar-benar ingin hidup sendirian di dunia ini. Seperti misalnya seseorang yang memiliki benteng pertahanan untuk mengisolasi diri, ia memang lebih senang tinggal di dalam benteng pertahanannya tersebut. Tapi, ia juga berharap ada orang-orang yang disayangi seperti orangtua dan saudara serta sahabat yang hidup bahagia di luar bentengnya.

Di dalam benteng yang dibangun semakin tinggi ini, manusia penyendiri akan mengalami apa yang disebut tertawa, tapi tertawa sendiri. Sedih, sedih sendiri. Menangis, menangis sendiri. Senang, senang sendiri. Marah, marah sendiri. Dan perasaan-perasan lain yang timbul dan tenggelam sendiri. Mengapa manusia penyendiri bisa seperti itu? Ya itulah, karena ia memang tidak ingin menunjukkan perasaan dan pikiran yang bisa berubah cepat dengan cara ekstrim kepada orang di luar dirinya. Dan tentu saja, terkadang orang-orang kebanyakan kurang mengerti dan bahkan menilai buruk diri dan jalan pikiran manusia penyendiri yang suka mengisolasi diri. Oleh karena itu, manusia penyendiri lebih suka berada di dunianya sendiri.

Seseorang yang suka mengisolasi diri memang merasa aman dan nyaman dengan dunianya sendiri. Namun terkadang ia juga menderita, dan dunianya sendiri bisa menjadi β€˜neraka’ bagi diri sang Penyendiri. Kadang-kadang seseorang yang mengisolasi diri ingin keluar dari dunianya dan hidup seperti kebanyakan orang. Namun, yang ia temui betapa tidak mudahnya untuk berubah. Dan, bahkan jika ia berusaha berubah maka ia merasa bersalah dengan dunia yang selama ini ia tinggali, dan ia juga merasa ada yang hilang dari dunianya. Dan, ketidakberdayaan ini bisa sangat melumpuhkan seseorang yang mengisolasi diri.

Dan… Selama penyendiri berada di dunianya sendiri, maka penyendiri tinggal di benteng pertahanannya bersama dengan pikiran-pikirannya sendiri yang bisa jadi terlepas dari dunia nyata, diramaikan suara-suara yang ada di kepalanya dan suara-suara yang memanggil-manggil namanya, ditemani bayangan-bayangan yang berkelebatan di dunianya, serta ditunggui oleh sosok-sosok misterius yang bisa menyentuh dan mendekati diri sang Pelaku Isolasi Diri. Karena hal itulah, manusia penyendiri tidak bisa dibilang ia sendirian dan kesepian.

 

 

Referensi:
Manusia Penyendiri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kalender

Juni 2015
S S R K J S M
« Mei   Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Top Rated

HTML hit counter - Quick-counter.net
free counters
free counters

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 15 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 170,141 hits
%d blogger menyukai ini: