Menyakiti Diri Sendiri

Tinggalkan komentar

Maret 4, 2015 oleh nugraheniismyname

image

Menyakiti diri sendiri bisa berupa memukuli kepala, memukuli tubuh, menjambaki rambut hingga rontok, melaparkan diri, mengiris kulit, mencekik diri sendiri, dll. Apabila ada faktor pemicu, maka seseorang bisa melukai diri sendiri. Sebenarnya apa yang ada di dalam otak seseorang yang menyakiti diri sendiri?

Seseorang yang menyakiti diri sendiri merasa dia berharap dia mati tapi sebenarnya dia tidak benar-benar ingin mati, dia ingin melampiaskan kemarahannya, dia membenci dirinya sendiri, dia merasa tidak berguna, dia merasa hanya jadi beban, dia merasa sedih yang berkepanjangan, dia merasa menderita berkepanjangan, dia ingin merasakan rasa sakit dan deritanya ke tubuhnya, dia merasa tertekan, dia merasa kecewa, dia merasa ketakutan, dia merasa tidak ada harapan, dia pantas dihukum oleh diri sendiri, dll.

Semua perasaan buruk bisa menjadi satu ketika seseorang menyakiti dirinya sendiri. Biasanya setelah menyakiti diri sendiri, seseorang akan merasa lega dan pikiran-pikiran yang berbicara sendiri-sendiri di otak bisa sedikit ‘diam’. Terkadang, seseorang yang menyakiti diri sendiri ingin meredakan pikiran-pikiran gelap yang menyerang bertubi-tubi.

Bagi orang yang merasa ‘normal’, perilaku ini mungkin dipikir tidak masuk akal. Tapi bagi pelaku, hal ini ‘harus’ dilakukan untuk membungkam pikiran-pikiran di otak serta ingin merasa lega dan tenang kembali (atau dalam arti ‘sembuh’ dari penderitaanya). Walaupun pada kenyataannya, mereka tidak benar-benar sembuh.

Biasanya, seseorang yang suka melukai atau menyakiti dirinya sendiri tidak serta-merta datang begitu saja. Ada alasan seseorang menyakiti diri sendiri, misalnya seperti seseorang yang memiliki pengalaman buruk yang hidup dengan kekerasan, penyiksaan, selalu dijadikan pelampiasan emosi, selalu dicaci, selalu disalah-salahkan, dipermalukan, diabaikan, dll.

Apabila seseorang dari kecil hingga tumbuh dewasa selalu diperlakukan seperti yang telah disebutkan di atas, maka ia bisa saja memiliki perilaku menyakiti diri sendiri, bahkan hingga dewasa ia bisa saja menyakiti diri sendiri. Apabila ada faktor pemicu, apalagi faktor itu berasal dari seseorang atau kondisi yang selama ini memperlakukan pelaku dengan tidak wajar, maka pelaku ini bisa langsung menyakiti dirinya sendiri.

Sekian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kalender

Maret 2015
S S R K J S M
« Jan   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Top Rated

HTML hit counter - Quick-counter.net
free counters
free counters

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 15 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 171,062 hits
%d blogger menyukai ini: