The Alchemist (Sang Alkemis)

Tinggalkan komentar

Oktober 3, 2014 oleh nugraheniismyname

alkemis

Sudah lama sekali saya memiliki keinginan untuk mengumpulkan kata-kata keren dari Paulo Coelho di novel Sang Alkemis. Akhirnya, pada hari ini Saya memiliki kesempatan untuk mengumpulkan dan menuliskan lagi beberapa kalimat dari Paulo Coelho. Mari kita baca,

“Yang membuat hidup ini menarik adalah kemungkinan untuk mewujudkan impian menjadi kenyataan.” (halaman 17)

“Dalam hidup ini, justru hal-hal sederhanalah yang paling luar biasa; hanya orang-orang bijak yang dapat memahaminya.” (halaman 22)

“Pada titik kehidupan itu, segalanya jelas, segalanya mungkin. Mereka tidak takut bermimpi, mendambakan segala yang mereka inginkan terwujud dalam hidup mereka. Tapi dengan berlalunya waktu, ada daya misterius yang mulai meyakinkan mereka bahwa mustahil mereka bisa mewujudkan takdir itu”

Lalu dijelaskan di buku arti mengenai daya misterius.

“Daya ini adalah kekuatan yang kelihatannya negatif tapi sebenarnya menunjukkan padamu cara mewujudkan takdirmu. Daya ini mempersiapkan rohmu dan kehendakmu, sebab ada satu kebenaran mahabesar di planet ini: Siapapun dirimu, apa pun yang kaulakukan, kalau engkau sungguh-sungguh menginginkan sesuatu , itu karena hasrat tersebut bersumber dari jiwa jagat raya. Itulah misimu di dunia ini.” (halaman 30)

“Dan saat engkau menginginkan sesuatu, seluruh jagat raya bersatu padu untuk membantumu meraihnya.” (halaman 31)

“Supaya menemukan harta karun itu, kau harus mengikuti pertanda-pertanda yang diberikan. Tuhan telah menyiapkan jalan yang mesti dilalui masing-masing orang. Kau tinggal membaca pertanda-pertanda yang ditinggalkan-Nya untukmu.” (halaman 40)

“Yang masih perlu kauketahui adalah: sebelum mimpi bisa terwujud, Jiwa Dunia menguji segala sesuatu yang telah kita pelajari sepanjang jalan. Bukan karena dia jahat, melainkan agar selain mewujudkan impian-impian kita, kita juga menguasai pelajaran-pelajaran yang kita peroleh dalam proses mewujudkan impian itu. Dan di titik inilah kebanyakan orang biasanya menyerah. Seperti biasa kita katakan dalam bahasa padang pasir, di titik inilah orang biasanya mati kehausan, padahal dia sudah melihat pohon-pohon kurma di kejauhan.” (halaman 170)

“Setiap pencarian dimulai dengan keberuntungan bagi si pemula. Dan setiap pencarian diakhiri dengan ujian berat bagi si pemenang.” (halaman 170)

Itu beberapa cuplikan kalimat dari novel Sang Alkemis karya Paulo Coelho. Novelnya bagus sekali, kaya akan renungan dan makna-makna hidup. Sebenarnya ada banyak kata dan kalimat yang bagus, kalau kamu ada waktu senggang, cobalah membaca Sang Alkemis.”

Saya coba ceritakan ulang novel Sang Alkemis, ya? Secara garis besar saja dan menurut versiku sendiri.

Jadi begini ceritanya. Maaf ya pak Paulo kalau cerita versiku sangat buruk.

Ada anak laki-laki yang bernama Santiago. Dia penggembala domba-domba. Ia sering beristirahat di sebuah gereja terbengkalai. Ada sebatang pohon sycamore yang sangat besar tumbuh di tempat sakristi pernah berdiri. Pada saat anak laki-laki tertidur di gereja itu, ia bermimpi jika ia akan menemukan harta karun di Piramida-Piramida Mesir. Mimpi itu terus berulang-ulang hingga akhirnya ia berniat mewujudkan mimpinya itu.

Untuk mewujudkan mimpi itu tidak mudah. Hal ini karena letak Piramida-Piramida itu ada di Mesir, dan letak Mesir sangat jauh dari tempat tinggalnya. Namun Santiago tidak menyerah. Ia menjual domba-dombanya. Hasil penjualan digunakan untuk biaya perjalanan ke Mesir. Sebelum ia berangkat ke Mesir, ia bertemu Raja Salem. Ia diberi pesan, di antaranya Santiago harus mengikuti pertanda-pertanda yang diberikan oleh Tuhan. Selain itu Santiago tidak boleh menyerah karena “Saat engkau menginginkan sesuatu, seluruh jagat raya bersatu padu untuk membantumu meraihnya”.

Singkat cerita, Santiago sampai di Mesir. Sampai di sana ia mengalami banyak hal. Ia dirampok hingga uangnya habis. Akhirnya ia bekerja di toko keramik. Pemilik toko keramik ini muslim. Santiago belajar banyak dari pertemuannya dengan pemilik toko keramik. Santiago bekerja di toko keramik hingga ia memiliki uang untuk membeli domba-domba lagi. Pada waktu itu ia tidak akan meneruskan perjalanan dan memutuskan akan menjadi penggembala lagi. Namun setelah berpikir dan merenung, Santiago harus tetap meneruskan perjalanan.

Pada saat meneruskan perjalanan ini, Santiago bertemu dengan rombongan yang terdiri dari beberapa orang dengan latar belakang yang berbeda. Rombongan ini berniat mencari Sang Alkemis. Pada saat Santiago melakukan perjalanan ini, Santiago juga bisa mengambil banyak pengalaman dan pelajaran berharga. Hingga suatu ketika di padang pasir, Santiago bertemu dengan wanita yang menarik hatinya. Wanita itu bernama Fatima.

Sebenarnya Santiago tergoda untuk tidak melanjutkan perjalanan ke Piramida, ia ingin tinggal saja bersama Fatima. Namun, Fatima malah meyakinkan Santiago untuk melanjutkan perjalanan dan mewujudkan mimpi Santiago. Akhirnya, Santiago melanjutkan perjalanan lagi. Ia kembali mengalami banyak kejadian dan ia malah bisa bertemu dengan Sang Alkemis. Santiago bisa mendapat banyak ilmu dari Sang Alkemis ini.

Singkat cerita, dengan perjuangan yang berat Santiago sampai di piramida-piramida. Di sana ia terus menggali agar ia bisa mendapat harta karun seperti di dalam mimpinya. Tapi, tiba-tiba datanglah para pengungsi yang menghindari perang antarsuku. Para pengungsi ini menggeledah Santiago, dan mereka menemukan emas di saku Santiago. Bagaimana cara Santiago memperoleh emas juga bisa diketahui di novel Sang Alkemis. Saya tidak akan menceritakannya karena ceritanya panjang sekali.

Para pengungsi ini menyuruh Santiago untuk terus menggali karena mereka berpikir jika Santiago menyembunyikan emas di pasir. Namun, Santiago tidak menemukan emas atau harta karun walau ia menggali cukup lama. Akhirnya para pengungsi memukuli Santiago hingga berdarah-darah. Santiago berkata kepada para pencuri jika ia tidak menyembunyikan emas di pasir, ia hanya menggali untuk mencari harta karun. Ia juga menceritakan jika ia sudah dua kali bermimpi tentang harta karun yang tersembunyi di Piramida-Piramida Mesir. Santiago menjelaskan jika sekarang ini ia sedang berusaha mewujudkan mimpi-mimpinya itu.

Setelah mendengar cerita dari Santiago, maka pemimpin para pengungsi bilang kepada Santiago jika ia juga pernah bermimpi. Dalam mimpinya itu, pemimpin rombongan disuruh pergi ke padang-padang Spanyol, mencari sebuah gereja terbengkalai tempat para gembala dan domba-domba tidur. Dalam mimpi itu, ada sebatang pohon sycamore tumbuh di antara puing-puing sakristi. Mimpi memberitahukan jika pemimpin rombongan akan menemukan harta karun jika ia menggali akar-akar pohon sycamore. Akan tetapi, pemimpin rombongan tidak percaya dengan mimpi itu. Ia tidak mau menyeberangi bentangan padang pasir hanya gara-gara mimpi seperti itu.

Begitu Santiago mendengar perkataan pemimpin rombongan maka ia langsung tertawa. Ia sering mengikuti dan memahami pertanda-pertanda maka ia langsung tahu apa yang harus dilakukan karena ia tahu di mana harta karunnya berada.

Santiago kembali pulang ke Spanyol. Ia langsung menuju ke gereja di mana dulu ia dan domba-dombanya sering beristirahat di sana. Sampai di pohon sycamore, ia menggali di bawah pohon tersebut. Setelah cukup lama menggali, ia menemukan peti berisi harta karun. Jadi, Santiago tidak menemukan harta karun di Piramida-Piramida Mesir. Ia malah menemukan harta karunnya di tempat di mana ia sering istirahat.

Kisah ini cukup menyentuh, bagaimana tidak? Menurut saya, Santiago ini mencari sesuatu hingga jauh, namun apa yang sebenarnya ia cari ada di dekatnya. Selama ini ia tidak mengerti jika apa yang ia cari ada di dekatnya. Namun akhirnya dengan bantuan yang bersatu padu dari alam semesta, Santiago berhasil mengetahui jika mimpinya dan apa yang ia cari ada di dekatnya. Terkadang kita memang sibuk mencari hingga jauh untuk mendapatkan apa yang kita cari, namun kita tidak menyadarai jika apa yang kita cari itu sebenarnya ada di dekat kita.

Lalu apakah pencarian Santiago ini sia-sia? Tentu saja tidak. Hal ini karena selama perjalanan ke Mesir, Santiago mendapat banyak sekali pengalaman dan pelajaran yang sangat berharga bagi hidupnya. Apalagi ia juga bertemu dengan Fatima. Gadis baik dan setia yang akan selalu menunggu Santiago untuk kembali menjemput Fatima. Dan benar saja, Santiago akan kembali kepada Fatima. Ia akan menjemput wanita yang berhasil memikat hatinya itu.

Santiago laki-laki yang keren, kan? Dia benar-benar setia dan memperjuangkan wanita pujaan hatinya. Ketika Fatima memberi kesempatan kepada Santiago untuk mewujudkan impian Santiago, maka Santiago tidak melupakan Fatima. Santiago kembali kepada Fatima setelah Santiago meraih impiannya. Ya memang sepantasnya Santiago berperilaku begitu karena Santiago bukan laki-laki yang mudah menyerah. Santiago bukanlah tipe laki-laki yang mudah melupakan wanita pujaan hatinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kalender

Oktober 2014
S S R K J S M
« Jan   Des »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Top Rated

HTML hit counter - Quick-counter.net
free counters
free counters

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 15 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 171,062 hits
%d blogger menyukai ini: