Kitab Suci Kesatria Cahaya

Tinggalkan komentar

November 9, 2013 oleh nugraheniismyname

kitab suci

Pada suatu ketika, saya pergi ke toko buku bersama dengan sahabat saya. Ketika sampai di toko buku tersebut, seperti biasa, saya langsung menuju ke rak buku di mana buku-buku Paulo Coelho dipajang. Ketika Saya sampai di rak itu, ada banyak novel dan buku karya Paulo Coelho. Saya berhenti sejenak di depan rak tersebut, kemudian saya memilah, menimbang, merenungkan, memikirkan, membayangkan, menghayati, melamunkan, dan kemudian memutuskan untuk membeli dua buah buku karya Paulo Coelho. Salah satu buku tersebut berjudul “Kitab Suci Kesatria Cahaya”.

Saya membaca buku itu sesampainya di rumah, seperti biasa, saya langsung terharu begitu saya membaca tulisan-tulisan Paulo Coelho. Berikut ini, saya akan mengutip tulisan yang membuat terharu. Tulisan ini ada di halaman 48.

Mari kita simak. Satu, dua, tiga! Mulai!

Kesatria cahaya kadang-kadang berperilaku seperti air, mengalir memutari penghalang-penghalang yang dijumpainya.

Kadang kala, menentang bisa mendatangkan kehancuran, karena itu dia menyesuaikan diri dengan keadaan sekitarnya. Dia menerima tanpa berkeluh kesah bahwa batu-batu di sepanjang jalan yang dilaluinya mempersulit langkah-langkahnya melintasi gunung-gunung.

Di situlah letak kekuatan air: dia tidak dapat diremukkan palu ataupun dilukai pisau. Bahkan pedang paling ampuh sedunia pun tak akan bisa menggoresi permukaannya.

Aliran air sungai menyesuaikan dirinya dengan alur apa pun yang tampak mungkin, tetapi sang sungai tak pernah melupakan tujuannya, yakni laut. Meski sangat rapuh dari sumber mata airnya, perlahan tapi pasti dia mengumpulkan kekuatan demi kekuatan dari sungai-sungai lain yang dijumpainya.

Dan, setelah melewati titik tertentu, kekuatannya pun tak terbatas.

 

Yang paling saya sukai dari tulisan Paulo Coelho tersebut yaitu kutipan ini,

… Di situlah letak kekuatan air: dia tidak dapat diremukkan palu ataupun dilukai pisau. Bahkan pedang paling ampuh sedunia pun tak akan bisa menggoresi permukaannya.

Komentar:

Bayangkan saja, andai jiwa dan hati memiliki sifat seperti air. Jiwa dan hati tidak akan mudah remuk, terluka, patah hati, dan hancur walau masalah, cobaan, penderitaan, kesedihan datang menyapa hidup. Manusia tidak cepat putus asa dan terpuruk dalam hidup bila terus menerus melatih kekuatan bertahan hidup seperti kekuatan air.

Sebenarnya, masih ada banyak tulisan-tulisan yang keren dari buku ini. Oleh karena itu, bila kamu punya waktu luang, kamu bisa membaca buku berjudul Kitab Suci Kesatria Cahaya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kalender

November 2013
S S R K J S M
« Sep   Jan »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Top Rated

HTML hit counter - Quick-counter.net
free counters
free counters

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 15 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 170,141 hits
%d blogger menyukai ini: