Seperti Sungai yang Mengalir (Paulo Coelho)

Tinggalkan komentar

September 28, 2013 oleh nugraheniismyname

paulo coelho seperti sungai yang mengalir

Seperti Sungai yang mengalir merupakan buku karya Paulo Coelho yang berisi kumpulan buah pikiran dan renungan serta cerita pendek. Ada banyak sekali kisah yang memiliki arti dalam. Berikut ini beberapa kutipan yang disadur dari buku Seperti Sungai yang Mengalir,

  • … bahwa ada yang lebih parah daripada kelaparan atau kehausan, lebih menyedihkan daripada tidak punya pekerjaan, tidak bahagia dalam cinta, atau merasa kalah dan putus asa; jauh lebih memiriskan hati daripada semuanya itu kalau kita merasa tidak seorang pun — benar-benar  tidak seorang pun — yang peduli pada kita. Seperti Sungai yang Mengalir ( Orang yang Meninggal Dalam Piamanya : 54 )

 

  • … bahwa masing-masing dari kita mempunyai legenda pribadi untuk dipenuhi, itu saja. Tidak penting apakah orang-orang lain mendukung atau mengkritik kita, mengabaikan atau menolerir kita — kita melakukannya karena itu sudah merupakan takdir kita di dunia ini, air mancur sukacita kita.… Setiap kali kita merasa tidak seorang pun menaruh perhatian pada apa yang kita lakukan, marilah kita mengingat-ingat kembali pemain piano tersebut. Dia berkomunikasi dengan Tuhan melalui karyanya dan itulah yang paling penting. Seperti Sungai yang Mengalir ( Pemain Piano di Mal : 74 )

 

  • Apa saja yang sanggup kita lakukan? Lalu dengan sangat tenang pergilah mencari potensi akbar kita sendiri. Seperti Sungai yang Mengalir ( Para Penyihir dan Pengampunan :  174 )

 

  • Hidup ini selalu memberikan kesempatan kedua pada kita. Seperti Sungai yang Mengalir ( Kesempatan Kedua : 196 )

 

  • Tak perlu kita berpura-pura tangguh,Tak guna membuktikan sepanjang waktu bahwa semuanya baik-baik saja,Usahlah memikirkan apa kata orang,Menangislah kalau perlu, Menumpahkan air mata itu baik (sebab hanya dengan begitu kita akan bisa tersenyum lagi) Seperti Sungai yang Mengalir ( Pertemuan di Galeri  Dentsu : 234 )

 

  • Sudah menjadi sifat manusia untuk selalu menilai orang-orang lain dengan sangat keras, tetapi kalau kita sendiri yang dinilai, ada-ada saja alasan kita untuk kekeliruan-kekeliruan yang kita buat, atau kita menyalahkan orang lain atas kesalahan-kesalahan tersebut. Seperti Sungai yang Mengalir ( Menipu Diri Sendiri : 256 )

 

  • Hukum Anti Jante:Anda jauh lebih berharga daripada yang Anda kira. Karya dan kehadiran Anda di dunia ini penting, walaupun Anda Sendiri mungkin tidak memercayainya.… Teruslah hidup tanpa rasa takut, dan pada akhirnya Anda akan menang. Seperti Sungai yang Mengalir ( Hukum Jante : 284 )

 

Sekian dan terimakasih. Sebenarnya, masih ada banyak tulisan dan kisah yang keren dan memberi inspirasi sekali. Jika kamu punya waktu, kamu bisa membaca buku Seperti Sungai yang Mengalir karya Paulo Coelho tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kalender

September 2013
S S R K J S M
« Agu   Nov »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Top Rated

HTML hit counter - Quick-counter.net
free counters
free counters

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 15 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 171,062 hits
%d blogger menyukai ini: