Melangkah Ke Atas ( Langit )

Tinggalkan komentar

Agustus 28, 2012 oleh nugraheniismyname

Melangkah Ke Atas ( Langit )

Romlah duduk terpekur di bawah pohon rindang. Kedua bola matanya sibuk mengamati orang – orang yang berlalu lalang di depannya. Jalan di depan Romlah disesaki dan dijejali orang – orang. Orang – orang itu berebut untuk segera sampai di tempat tujuan. Mereka berpacu secepat mungkin. Dengan menggunakan apa saja, mereka bergerak dan melaju ke depan tanpa memperhatikan orang lain disekitarnya. Orang – orang yang melewati jalan itu saling mendahului,  saling menghalangi, saling menjatuhkan agar mereka sampai kepada tujuan. Tapi sebenarnya, mereka tidak tahu arah tujuan mereka. Tidak sedikit orang – orang yang terlindas, tertabrak dan jatuh di jalan. Tapi, ada pula yang bisa melaju dengan cepat untuk meraih apa saja yang ada di depan mereka.

Romlah berpikir, sebenarnya apa yang menjadi tujuan orang – orang itu? Mengapa mereka sangat berambisi untuk meraih apa yang ada di depan mereka? Mengapa mereka melangkah maju ke depan cara saling menjegal, saling mendahului, saling menabrak, saling menjatuhkan? Apa yang mereka cari? Masa depan yang lebih baik di dunia? Kehidupan yang lebih baik di dunia? Kemuliaan di dunia?

Romlah menghembuskan nafas panjang, ia menatap langit. Bukankah masa depan yang lebih baik, kehidupan yang lebih baik dan kemuliaan abadi itu hanya ada di surga? Ah, entahlah. Romlah tidak mengerti dengan isi kepala orang – orang yang berlalu lalang di depannya itu.

Mata Romlah beralih menatap langit. Langit nampak biru cerah, gumpalan awan bergerak ditiup hembusan angin. Sesekali, burung melintas di angkasa. Pemandangan langit sungguh indah, berbeda dengan pemandangan jalan di depan Romlah.  Tiba – tiba terlintas di pikiran Romlah, ia tidak ingin berbaur dengan orang – orang yang berdesakan di jalan raya itu, orang – orang yang melangkah maju ke depan tapi mereka sendiri tidak tahu apa yang ingin mereka dapatkan.

Lalu apa yang akan Romlah lakukan? Apakah Romlah hanya akan duduk – duduk saja di bawah pohon? Tidak. Romlah tidak akan berdiam diri di bawah pohon. Dia akan bergerak dan melangkah tapi dia tidak akan mengikuti langkah orang – orang itu. Romlah punya cara sendiri untuk melangkah. Romlah tidak akan melangkah dan bergerak ke depan tapi ia akan melangkah ke atas.

Mengapa Romlah memilih langkah itu? Entahlah, Romlah hanya menuruti keinginan hatinya. Tapi yang perlu kalian tahu, sebenarnya, Romlah mengikuti jalan yang telah diberikan untuknya. Jalan yang berbeda dengan jalan orang – orang pada umumnya.

Sebenarnya, apa tujuan Romlah? Tujuan Romlah hanya ingin meraih bintang di langit. Romlah juga ingin menyapa Tuhan dan menempatkan Tuhan di hati dan jiwa Romlah. Mereka bilang, Tuhan ada di langit. Tapi, bukankah tidak ada jalan yang bisa membawa Romlah ke atas langit kecuali kematian? Bukan begitu, Romlah belum ingin mati untuk saat ini. Yah, walaupun pada suatu saat nanti Romlah pasti mati.

Romlah. Romlah. Romlah. Ketika, ia memilih melangkah ke atas untuk menggapai bintang terang benderang di langit itu tidaklah semudah saat orang memilih melangkah ke depan.  Jika Romlah berjalan maju ke depan maka akan ada jalan di depan Romlah yang bisa membawanya berbaur dengan orang – orang. Tapi, Romlah tetaplah Romlah. Ia tidak ingin berbaur, berdesakan, berhimpitan, berkejar – kejaran dengan orang – orang di depannya itu. Romlah juga tidak ingin saling mendahului, tidak ingin saling menjatuhkan, tidak ingin menghalangi supaya ia bisa bergerak maju ke depan di jalan itu.

Lalu, Romlah akan lewat jalan mana supaya ia bisa menggapai bintang? Menyapa Tuhan? Berlari di atas awan? Bercerita dengan sang bintang fajar? Romlah memiliki cara sendiri untuk mewujudkan semua itu. Ia tidak akan lewat jalan tapi ia akan lewat tangga yang telah ia buat sendiri. Tangga yang bisa membawanya bergerak ke atas.

Tangga seperti apa itu? Tangga yang disusun dari keistimewaan – keistimewaan hidup. Susunan paling dasar pada tangga itu adalah doa. Doa kepada Tuhan supaya Tuhan mengijinkan diri Romlah untuk meraih, mencapai dan mengerti apa tujuan hidupnya. Susunan pijakan tangga yang kedua adalah yakin. Romlah harus percaya bahwa Tuhan akan selalu memegang erat tangannya saat ia melangkah ke atas. Susunan tangga selanjutnya adalah asa, usaha, kesabaran, kegigihan,  keuletan, ketangguhan, rasa percaya diri dan pikiran positif serta tindakan positif lainnya.

Mungkin kelak,  akan ada banyak orang yang menertawakan tindakan Romlah. Mereka mencibir Romlah, mereka menyoraki Romlah, mereka menghina Romlah karena tindakan – tindakan Romlah. Tapi Romlah tidak peduli dengan semua itu. Niat Romlah telah bulat, ia akan memilih jalannya sendiri. Ia juga mengerti, mungkin suatu saat nanti, di tengah perjalanannya menuju ke atas, mungkin ia akan terjatuh. Apalagi ada banyak orang berkata, semakin tinggi impian kita maka akan semakin sakit pula jika kita terjatuh. Yah, benar juga kata orang – orang itu. Bagi Romlah, semua hal yang dikerjakan di dunia ini memiliki resiko, bukan? Resiko jatuh bukan hanya untuk Romlah yang memilih bergerak ke atas. Bukankah, orang – orang yang bergerak ke depan dengan melalui jalan itu juga bisa mendapat resiko?

Romlah jatuh saat ia berusaha. Itu tidak menjadi masalah. Walau ia akan merasa sakit tapi ia masih bisa bangkit untuk memulai pijakannya lagi. Romlah juga akan memperkuat pondasi tangga tempat ia berpijak. Romlah harus terus berdoa, berjuang, gigih, tekun supaya ia bisa bertahan dari hempasan angin yang menyerangnya. Ia harus bisa memperkuat diri sendiri dari serangan petir di angkasa. Jika perlu, ia harus bisa menangkap petir tersebut.

Romlah. Romlah. Romlah. Romlah telah memilih jalan yang Tuhan hamparkan untuknya. Ia hanya perlu jalan terus ke atas. Ia tidak perlu patah semangat karena tangan Tuhan akan selalu memegang erat lengan Romlah. Tangan Tuhan yang bisa membimbingnya, menguatkan dan membantu Romlah sehingga Romlah bisa menghadapi segala macam rintangan, halangan dan tantangan dengan jiwa, hati dan pikiran yang tangguh.

Romlah yakin, ia bisa meraih bintang yang ia inginkan. Ia juga bisa berlarian di atas awan jika ia telah sampai di atas langit sana. Jika pada suatu hari nanti, Romlah telah meraih apa yang ia inginkan dan apa yang ia tuju. Romlah akan kembali ke bumi dengan membawa bintang di tangan kirinya, ia juga akan membawa petir di tangan kanannya. Ia akan bercerita semua hal yang ia lakukan untuk meraih bintang dan petir itu. Bahwa untuk meraih sesuatu yang bermakna (apapun itu), kita bisa bergerak dan melangkah ke atas untuk menggapainya. Kita tidak harus berdesak – desakan, berhimpitan, saling menyalip hanya untuk bergerak maju ke depan. Karena segala hal bermakna yang kita cari dalam hidup ini tidak hanya berada di depan kita. Bisa di atas kita, bisa di samping kita, bisa di bawah kita, bahkan bisa ada pada diri kita sendiri. Semua hal yang bermakna itu harus bisa menyelamatkan hidup di dunia dan bisa mempersiapkan diri untuk benar – benar pergi ke atas langit untuk menemui Sang Penguasa Langit dan Bumi.

oOo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kalender

Agustus 2012
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Top Rated

HTML hit counter - Quick-counter.net
free counters
free counters

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 15 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 171,062 hits
%d blogger menyukai ini: