Kegiatan Subsistem Agribisnis Hulu ( Agribisnis Kambing Etawa )

Tinggalkan komentar

Agustus 17, 2012 oleh nugraheniismyname

Kegiatan Subsistem Agribisnis Hulu

( Agribisnis Kambing Etawa )

Menurut Departemen Pertanian (2001), konsep “perusahaan dan sistem agribisnis”, yakni subsistem agribisnis hulu (perusahaan pengadaan dan penyaluran sarana produksi), subsistem agribisnis tengah (perusahaan usahatani), subsistem agribisnis hilir (perusahaan pengolahan hasil atau agroindustri dan perusahaan pemasaran hasil, serta subsistem jasa penunjang (lembaga keuangan, transportasi, penyuluhan dan pelayanan informasi agribisnis, penelitian kaji terap, kebijakan pemerintah, dan asuransi agribisnis) perusahaan atau lembaga bisnis. Masing-masing perusahaan tersebut merupakan “perusahaan agribisnis” yang harus dapat bekerja secara efisien, selanjutnya semua perusahaan agribisnis tersebut harus melakukan hubungan kebersamaan dan saling ketergantungan dalam suatu sistem untuk lebih meningkatkan efisiensi usaha dan mencapai tujuan agribisnis.  

Pada tulisan kali ini, saya akan membagi sedikit pengetahuan yang saya miliki. Harap maklum jika tulisan kali ini banyak sekali kekurangan. Tulisan ini mengenai kegiatan Subsistem Agribisnis Hulu Ternak Kambing Etawa di Desa Tlogoguwo dan Desa Donorejo, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo.

Kegiatan Subsistem Agribisnis Hulu

Subsistem perusahaan agribisnis hulu berfungsi menghasilkan dan menyediakan sarana produksi pertanian terbaik agar mampu menghasilkan produk usahatani yang berkualitas. Dalam hubungan kemitraan inti plasma, maka perusahaan agribisnis hulu dapat melakukan perannya, antara lain memberikan pelayanan yang bermutu kepada usahatani, memberikan bimbingan teknis produksi, memberikan bimbingan manajemen dan hubungan sistem agribisnis, memfasilitasi proses pembelajaran atau perlatihan bagi petani, menyaring dan mensintesis informasi agribisnis praktis untuk petani, mengembangkan kerjasama bisnis (kemitraan) untuk dapat memberikan keuntungan bagi para pihak. ( Departemen Pertanian tahun 2001 )

Kegiatan subsistem agribisnis hulu di Desa Tlogoguwo dan Desa Donorejo terdiri dari pemberian pakan yang berupa rambanan (daun-daunan), pembuatan kandang Kambing Etawa, pembelian bibit ternak Kambing Etawa dan pemberian obat-obatan.

1. Pemberian Pakan Ternak

Kegiatan subsistem agribisnis hulu ini terdiri dari pemberian pakan yang berupa rambanan (daun-daunan).  Rambanan berupa campuran daun singkong, daun kaliandra dan daun lamtoro. Rambanan diperoleh dari hutan rakyat yang dimiliki peternak sendiri dan hutan Negara yang terdapat di Desa Tlogoguwo dan Desa Donorejo, Kaligesing, Purworejo.

Kondisi desa yang sebagian besar merupakan hutan sangat mendukung penyediaan pakan bagi ternak. Hutan di desa ini terdiri dari hutan rakyat dan hutan Negara. Hutan Negara merupakan hutan milik perhutani yang digunakan untuk mendukung pengembangan ternak Kambing Etawa di daerah ini. Penduduk bisa mengambil pakan berupa daun-daun hijau di hutan milik Negara ini. Adanya hutan tersebut membuat daerah ini tidak mengalami kekurangan pakan ternak bahkan persediaan pakan hijau di daerah ini melimpah.

Bagi peternak besar, pakan hijau tidak cukup untuk pakan ternak sehingga perlu ditambah konsentrat berupa gandum yang dibeli di toko pertanian.

Pakan hijau yang melimpah saat musim penghujan difermentasi sebagai persediaan pakan jika pakan hijau berkurang di musim kemarau. Fermentasi makanan terbuat dari daun hijau yang tidak disukai kambing pada saat musim penghujan seperti daun kopi dan daun kakao serta daun-daunan yang tidak beracun. Hasil fermentasi daun ini bisa bertahan selama satu tahun. Adanya fermentasi makanan ini bisa menghemat biaya pengeluaran pakan bagi anggota gapoktan.

Kegiatan ini dilakukan oleh gabungan kelompok tani dari Kelompok Tani Desa Tlogoguwo bekerja sama dengan kelompok Tani Desa Donorejo.

Hasil lain dari hutan yang bisa dimanfaatkan yaitu kayu untuk pembuatan kandang ternak. Rata-rata penduduk yang memelihara dan beternak Kambing Etawa tidak memerlukan dana untuk membuat kandang. Peternak biasa membuat kandang sendiri, jika jumlah kambing banyak maka akan dibantu oleh dua hingga tiga pekerja pembuat kandang ternak Kambing Etawa.

2. Pembuatan Kandang Kambing Etawa

Hutan rakyat dan hutan Negara yang terdapat di Desa Tlogoguwo selain berfungsi sebagai penyedia pakan ternak juga berguna sebagai penghasil bahan untuk pembuatan kandang ternak Kambing Etawa. Adanya hutan ini membantu peternak dalam menyediakan kandang tanpa membeli bahan yang akan digunakan untuk membuat kandang. Papan kayu dan bambu yang tumbuh di hutan merupakan bahan utama membuat kandang.

Akan tetapi bahan kayu dan bambu tidak cukup untuk membuat kandang, bahan lainnya seperti semen, genteng, paku dan lain-lain harus dibeli di luar Kaligesing yaitu di Kecamatan Purworejo.

3. Pembelian Bibit Ternak

Bibit ternak ini bisa diperoleh di pasar hewan Pandanrejo atau di rumah peternak yang memelihara Kambing Etawa di Desa Tlogoguwo sendiri dan Desa Donorejo. Harga Kambing Etawa untuk bibit tergantung jenis tipe kambing dan umur kambing. Pada daerah penelitian terdapat dua bentuk pembelian bibit ternak yaitu pembelian langsung dari rumah peternak dan pembelian bibit ternak dari pasar hewan di Pandanrejo. Berikut ini pola pembelian ternak Kambing Etawa di Desa Tlogoguwo.

  • Pembelian ternak langsung dari rumah peternak

Pembelian bibit ternak Kambing Etawa bisa dilakukan langsung dengan mendatangi peternak yang memelihara Kambing Etawa. Bibit yang diperoleh dari penjualan langsung milik peternak biasanya memiliki kualitas yang baik dan harganya mahal dibandingkan dengan di Pasar Hewan.

Pembeli yang datang langsung ke rumah peternak untuk membeli bibit tidak akan tertipu karena kualitas ternak bagus dan dirawat dengan cara yang baik. Peternak yang menjual ternaknya langsung dari kandangnya biasanya mendapatkan keuntungan yang banyak. Hal ini karena dengan kualitas ternak yang bagus, harga jualnya berbeda dengan harga pasar pada umumnya.

  • Pembelian bibit ternak dari Pasar Hewan Pandanrejo

Pembelian bibit ternak Kambing Etawa bisa dilakukan di pasar hewan yang terletak di Desa Pandanrejo. Orang yang ingin beternak Kambing Etawa harus pergi ke pasar hewan untuk memperoleh bibit induk atau pejantan. Harga kambing yang dijual di pasar lebih murah daripada kambing yang dijual langsung dari kandang peternak. Hal ini karena kambing yang dijual di pasar kualitasnya tidak bagus dan kambing yang telah afkir. Harga jual kambing di pasar dibawah sepuluh juta rupiah.

4. Pemberian Obat-Obatan

Pemberian obat-obatan hampir sama dengan Desa Pandanrejo,apabila kambing terserang penyakit maka di daerah ini tersedia sarana toko yang menjual obat-obatan penyakit kambing. Toko penyedia obat-obatan dan alat perlengkapan berternak Kambing Etawa ini terletak di depan Pasar Hewan Pandanrejo. Obat-obatan ini diperoleh dari toko pertanian yang terletak di Kecamatan Purworejo. Selain toko penyedia obat-obatan, di daerah ini juga terdapat dokter hewan yang sewaktu-waktu bisa di panggil untuk mengobati ternak yang sakit.

oOo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kalender

Agustus 2012
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Top Rated

HTML hit counter - Quick-counter.net
free counters
free counters

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 15 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 170,141 hits
%d blogger menyukai ini: