Kisah Romlah

Tinggalkan komentar

Agustus 14, 2012 oleh nugraheniismyname

Kisah Romlah

Romlah duduk terpekur di pinggir sungai. Udara sejuk membuat Romlah betah berlama – lama di tempat itu. Apalagi, suara gemericik air bisa mendinginkan hati dan jiwa Romlah yang diselimuti amarah. Romlah menatap batu – batu kali yang mengkilap terkena sinar matahari. Sesekali, ia melihat ikan – ikan kecil yang bersembunyi di balik bebatuan kali itu. 

Terkadang, terbersit di benak Romlah, andai ia bisa seperti ikan – ikan itu. Berenang – renang di dalam air sungai yang jernih, bersembunyi di balik bebatuan. Yah! Untuk saat ini, Romlah ingin bersembunyi. Bukan bersembunyi tapi lebih tepatnya melarikan diri pergi jauh dimana tak seorangpun mengenalnya.

Mengapa Romlah ingin bersembunyi / melarikan diri / pergi ke tempat jauh? Untuk apa ia melakukan hal itu?

Benar! Romlah ingin bersembunyi dari kenyataan hidup. Romlah ingin melarikan diri dari kenyataan hidup dan ia ingin pergi jauh ke tempat dimana ia bisa hidup sesuai dengan keinginannya. Bagi, Romlah, hidup Romlah saat ini sungguh membuatnya sedih.

Apa yang membuatnya sedih? Ayah! Ayah Romlahlah yang selalu membuat Romlah sedih.

Mungkin, ayah membenci Romlah sejak Romlah lahir. Mengapa ayah membenci Romlah? Karena Romlah adalah seorang wanita. Sejak ayah menikah dengan ibu, ayah ingin sekali memiliki anak laki – laki. Bagi ayah, memiliki anak laki – laki adalah sebuah kebanggaan. Tapi rupanya, ayah tak jua mendapatkan kebanggaan karena anak pertama ayah yaitu kakak Romlah terlahir menjadi seorang wanita.

Mungkin, ayah masih bisa menerima kehadiran anak pertama ayah yang berjenis kelamin perempuan itu. Ayah masih berharap, kelak anak kedua ayah harus berjenis kelamin laki – laki. Akan tetapi, ambisi ayah tidak bisa terpenuhi karena ternyata ibu mengandung anak perempuan untuk kedua kalinya. Ayah sangat kecewa, ayah tidak bisa menerima kenyataan jika kelak anak keduanya itu berjenis kelamin perempuan.

Rasa kecewa yang menguasai hati dan jiwa ayah membuat ayah tidak sudi menunggu proses persalinan anak kedua ayah. Ayah Romlah memilih tinggal di rumah untuk menunggui kendaraan baru yang baru ayah beli. Ayah tidak peduli dengan kelahiran anak keduanya.

Lalu, anak kedua ayah dan ibupun lahir ke dunia. Bayi perempuan itu diberi nama Romlah. Ayah tidak sudi memberi nama bayi kedua ini, karena ayah tidak antusias dengan kehadiran Romlah. Nama Romlah diberikan oleh pakdhe Romlah yaitu kakak kandung ayah.

Bayi Romlah tumbuh dengan didikan yang tidak terurus. Sejak Romlah lahir, ia dititipkan ke pengasuh. Terkadang, Romlah tidur di rumah pengasuh karena ayah dan ibu Romlah tidak sempat menjemput Romlah. Orang tua Romlah sibuk dengan pekerjaan masing – masing.

Hingga pada akhirnya, setelah Romlah tumbuh besar, ia merasa tidak nyaman berada di rumah ayah dan ibu. Mengapa Romlah tidak betah berada di rumah orang tua sendiri? Romlah benci tinggal di rumah orang tua sendiri karena setiap Romlah berada di rumah, Romlah selalu dijadikan pelampiasan kejengkelan hati ayah. Saat ayah sedang marah dengan orang lain maka ayah akan melampiaskan kemarahan kepada Romlah. Ayah selalu membentak Romlah, ayah selalu mencaci Romlah dengan kata – kata kasar, bahkan ayah sering melempar benda ke tubuh Romlah. Padahal, Romlah tidak tahu kesalahan Romlah hingga membuat ayah melampiaskan murka ayah kepada Romlah seperti itu.

Terkadang, Romlah sering protes dan menentang segala ketidakadilan yang ia terima dari ayah. Sebenarnya, Romlah tidak ingin menjadi anak durhaka. Tapi, perbuatan dan perkataan ayah telah menyakiti hati dan jiwa Romlah.  Lambat laun, Romlah tumbuh menjadi wanita pemberontak, pembangkang dan suka protes. Walaupun begitu, sebenarnya hati dan jiwa Romlah sangatlah rapuh. Ia akan menangis setelah tanpa sadar ia membangkang ayah. Romlah selalu membangkang supaya ayah bersedia mendengarkan kata hatinya tapi percuma, ayah tidak peduli dengan Romlah.

Mengapa ayah selalu menyakiti hati Romlah? Padahal, Romlah sangat menyayangi ayah. Ayah tidak peduli dengan perasaan Romlah. Bahkan,ayah tidak peduli dengan kehidupan Romlah. Romlah sedih, ayah tidak mau tahu. Romlah senang, ayahpun tidak peduli. Ayah Romlah hanya mementingkan perasaan sendiri.

Romlah menatap langit biru. Awan tipis bergerak pelan di antara awan – awan tebal. Romlah ingin bertanya kepada Tuhan. “ Tuhan, mengapa Romlah dilahirkan di muka bumi ini? Untuk apa Romlah dilahirkan? Untuk apa Tuhan menciptakan Romlah? Apakah seumur hidup, Romlah akan mendapat cacian dan kebengisan ayah?

Romlah ingin sekali pergi jauh. Ia selalu berusaha untuk menjauh dari ayah, ibu dan saudara.Tapi, untuk saat ini, Tuhan belum mengijinkan Romlah pergi. Terkadang, Romlah berkata kepada Tuhan, “ Tuhan, ambil Romlah kembali kepada Mu. Orang – orang yang kau titipi hidup Romlah ini selalu menyakiti hati Romlah.” Romlah berkata seperti itu karena ia telah putus asa. Tapi, Romlah segera menyadarkan diri sendiri. Tuhan menciptakan makhluk ( termasuk Romlah ) tidak ada yang sia – sia. Romlah hanya, ia harus lebih tegar dan sabar menjalani hidup yang Tuhan berikan kepada Romlah.

Romlah. Romlah. Romlah. Ia tidak mengerti dengan hidupnya sendiri. Ia tumbuh menjadi wanita yang tertutup hatinya. Romlah trauma, ia menganggap semua laki – laki sama seperti ayahnya. Romlah hanya tidak ingin, dirinya disakiti oleh orang – orang yang tidak bertanggungjawab. Romlahpun menutup diri. Ia tidak mengijinkan seorangpun untuk memasuki kehidupannya apalagi orang itu sampai menyakiti hati dan jiwa Romlah.

Terkadang, Romlah ingin hidup seperti seorang wanita pada umumnya. Beberapa kali, ia berusaha menjadikan dirinya seperti wanita kebanyakan. Tapi, Romlah tetaplah Romlah. Mungkin, Ia ditakdirkan untuk menjalani hidup yang berbeda dengan manusia kebanyakan. Dan pada akhirnya, Romlah hanya bisa merenung, berpikir tentang makna hidupnya. Ia terus berusaha mencari sisi baik dari kehidupan yang telah Tuhan tetapkan kepadanya. Walaupun, hidup Romlah selalu dicaci, dimaki, dimarahi, disindir dengan kata – kata kasar dari ayahnya sendiri. Bahkan, apapun hal baik yang selalu Romlah lakukan tidak mendapat tempat di hati ayah. Romlah berusaha untuk tetap tegar, sabar dan bersyukur dalam hidup ini.

Akan tetapi kali ini, di pinggir sungai. Ketegaran Romlah runtuh, ia menangis di pinggir sungai. Ia merasa sedih sekali. Ia merasa, kehidupannya tidak berarti. Ia berharap Tuhan akan mengirimkan malaikat untuk menjemput dirinya supaya semua penderitaan di hati bisa hilang. Tapi sekali lagi, Romlah belum ingin mati, ia ingin mencari makna hidupnya sendiri. Tapi entahlah, Romlah belum juga menemukan apa yang ia cari di kehidupan ini. Romlah tahu, Tuhan menciptakan makhluk itu tidak ada yang sia – sia. Romlah juga tahu, Tuhan menciptakan makhluk untuk beribadah dan sujud kepada Tuhan. Tapi, entahlah Romlah tidak mengerti dengan hidupnya. Ia merasa kosong dan hampa.  Romlah ingin pergi, ia ingin mencari, ia ingin menemukan, ia ingin tahu siapa dirinya, ia ingin memahami dan mengerti makna ia hidup bagi Tuhan. Mengapa Tuhan memberi kehidupan yang seperti ini untuk Romlah? Romlah ingin tahu, mengapa Tuhan memberikan jalan hidup yang seperti ini untuk Romlah.

Romlah menghela nafas panjang. Untuk saat ini, Romlah membutuhkan Tuhan untuk mengisi kehampaan dan kekosongan hidupnya. “ Tuhan, tolonglah Romlah…” kata Romlah sambil merasakan dada sebelah kiri yang terasa sakit dan berat.

Romlah. Romlah. Romlah. Ia tidak perlu bersedih karena Tuhan pasti ada untuk Romlah. Tuhan menciptakan Romlah supaya Romlah bisa merasakan surga asalkan Romlah selalu ingat kepada Tuhan. Percayalah Romlah, Tuhan akan selalu bersama dengan Romlah. Tetap tegar dan sabar walau orang terdekatmu selalu merendahkanmu. Manusia tidak berhak menilai hidupmu karena Tuhanlah yang berhak atas segala nafasmu, detak jantungmu dan kehidupanmu.

– SELESAI –

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kalender

Agustus 2012
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Top Rated

HTML hit counter - Quick-counter.net
free counters
free counters

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 15 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 171,062 hits
%d blogger menyukai ini: