Perjalanan Panjang Pardes dan 5 Sahabat Hantu

3

Juli 20, 2012 oleh nugraheniismyname

Perjalanan Panjang Pardes dan 5 Sahabat Hantu

Pada tahun 2004 – 2005, terlintas di otak Saya untuk mengarang sebuah cerita. Ada beberapa ide yang bermunculan di otak Saya.  Kemudian muncul ide untuk menulis tentang hantu – hantu, Supaya lain daripada yang lain maka Saya akan membuat cerita hantu yang tidak menakutkan.  

Saya  mulai mencoret – coret tulisan di buku karena pada waktu itu, Saya belum mahir menulis di komputer. Akan tetapi, tulisan terhenti karena Saya harus sibuk belajar untuk ujian kelulusan SMA. Pada waktu itu, Saya sedang mengalami masa sulit karena harus menentukan pilihan untuk melanjutkan sekolah. Sulit karena mau pilih jurusan selalu tidak disetujui oleh ayah dan ibu. Hingga akhirnya, saya kebingungan dan guru BP menawari PMDK. Tanpa banyak pertimbangan maka saya langsung daftar formulir tersebut. Hingga pada suatu waktu, ada penyesalan ‘ Mengapa saya isi formulir tersebut? ‘. Pelajaran yang bisa dipetik adalah : Jika kamu kebingungan dalam menentukan pilihan, kembalikan ke kata hatimu yang paling dalam. Jangan sembarangan menentukan pilihan. Selain itu, pelajaran yang bisa didapat adalah jangan menyesali apa yang telah menjadi pilihan / jangan meratapi apa yang telah terjadi.  Seperti kutipan dari tokoh Jared Joseph Leto “ Don’t regret anything you do, cause in the end it makes you who you are “

Pada tahun 2005, Saya masuk ke universitas cukup terkenal di Indonesia. Selama satu semester, saya benar – benar tidak tahan berada di sekolah itu. Hingga pada akhirnya, saya ikut ujian masuk universitas lagi. Tapi, saya kurang beruntung karena tidak lulus ujian masuk. Mungkin, nasib saya memang harus tetap sekolah di universitas itu.

Waktu terus berjalan, hidup saya berjalan seperti zombie. Mati di dalam kehidupan begitulah istilahnya. Tapi, hidup harus dijalani. Saat waktu pelajaran, saya fokus belajar karena saya tidak mau menyesal lagi maka saya serius belajar supaya saya bisa berhasil di dalam pelajaran yang saya tekuni.

Nah, setiap ada libur semester ini, otak saya selalu tertuju pada keinginan untuk menulis dan mengarang. Setiap libur semester, saya lanjutkan coret – coret tulisan. Berhubung, saya sudah cukup mahir mengoperasikan komputer, maka saya tulis cerita saya di komputer. Saya menulis secara diam – diam. Tak ada orang yang tahu, orang tua, teman – teman, sudara – saudara dan lain – lain. Hal ini karena saya punya semboyan “ Diam dan tidak ada tempat bagi pembual”.

Waktu terus berjalan hingga pada tahun 2009 – 2010, saya harus membuat karya tulis supaya saya bisa lulus sekolah. Setiap saya jenuh tidak ada ide untuk menulis karya tulis ilmian tersebut, saya menulis karangan saya. Begitupula sebaliknya, jika saya tak punya ide untuk mengarang, maka saya lanjutkan karya tulis ilmiah saya.

Pada pertengahan tahun 2010, saya lulus sekolah. Lumayan, hasil sekolah saya cukup bagus. Walaupun begitu, keinginan saya untuk menulis dan mengarang semakin kuat. Jika teman – teman saya memilih untuk mendaftar kerja disana sini. Saya malah sibuk menulis buku.

Dengan perjalanan yang sangat panjang yang penuh tantangan dan berliku – liku, akhirnya naskah cerita karangan saya jadi juga. Saya beri judul buku tersebut “ Pardes dan 5 Sahabat Hantu”.  Setiap hari saya cari info di internet untuk mencari  alamat penerbit yang mau menerbitkan naskah saya. Saya juga pergi ke toko buku besar untuk menulis nama penerbit dan alamat penerbit.

Ada penerbit yang meminta supaya pengarang mengirimkan naskah dalam bentuk print out. Tapi, ada juga penerbit yang meminta naskah untuk dikirim lewat email.

Saya mengirim beberapa naskah dalam bentuk print out ke beberapa penerbit ( Kalau tidak salah ada tiga penerbit). Satu bulan, dua bulan tidak ada pemberitahuan. Sambil menunggu pemberitahuan, saya poles kembali naskah cerita saya. saya mengedit ulang naskah saya, ada yang saya kurangi, ada yang saya tambahi dan ada yang saya ganti di sana sini. Saya berharap naskah saya bisa lebih baik jika saya edit ulang sebelum saya tawarkan ke penerbit lain. ( Pada akhirnya, ada naskah saya yang dikembalikan alis tidak diterima penerbit).

Tapi, saya tidak menyerah. Saya datang lagi ke toko buku. Saya lihat – lihat buku yang memiliki isi yang segenre dengan naskah saya. Lalu, saya tulis nama dan alamat penerbit tersebut. Oiye, waktu itu, ada pelayan toko buku yang selalu mengawasi tingkah saya. Mungkin, dia mengira saya ini tukang kutil buku atau apalah. Maklum, waktu itu, saya keliling lama sekali. saya juga mengambil buku satu persatu di rak tapi tidak saya beli. Saya menulis nama dan alamat penerbit itu satu persatu di hape sambil jongkok karena saya capek berputar – putar toko buku. Mungkin, hal itulah yang membuat pelayan toko curiga.

Hingga pada akhirnya, saya pilih beberapa penerbit  yang meminta kiriman naskah melalui email. Maklum, waktu itu saya sudah kehabisan kertas dan tinta.  Ada penerbit yang meminta naskah dikirim secara email, penerbit itu juga memberitahukan jika pemberitahuan apakah naskah diterima atau ditolak dilakukan satu bulan setelah naskah masuk. Nah, hati saya mengatakan jika saya harus mengirimkan naskah saya ini ke penerbit tersebut. Penerbit itu adalah Penerbit DIVAPress.

Saya kirim naskah saya ke Penerbit DIVAPress. Waktu itu kalau tidak salah bulan Mei 2011. Saya tunggu pengumuman dari Penerbit DIVAPress. Kemudian, dua minggu setelah saya kirimkan naskah saya, ada pemberitahuan jika Penerbit DIVAPress  menerima naskah saya. Alhamdulillah. Saya senang sekali, naskah yang saya perjuangkan kurang lebih selama lima tahun akhirnya bisa diterbitkan menjadi sebuah buku. Penantian tak sampai disitu, saya tunggu lagi kapan naskah saya dicetak dan bisa beredar di toko – toko buku. Beberapa bulan kemudian, tepatnya bulan Oktober akhir, Pak Pos datang memberikan satu paket berisi lima buah buku karangan saya. Lalu, Pada bulan awal November, Saya diberitahu teman saya, jika buku saya sudah mejeng di sebuah toko buku. Saya pun ikut survey ke toko buku tersebut, saya senang sekali mengetahui buku saya telah beredar.

Ya begitulah cerita saya, di awal Bulan Ramadhan ini, Saya berdoa, Semoga saya bisa menjadi seorang pengarang terkenal. Amin. Semoga Allah mengabulkan doa saya. Yah, karena itulah mimpi saya. Saya ingin memiliki daya imajinasi seperti C S Lewis. Yah, walau tidak bisa sehebat C S Lewis.

Sekian dan Terimakasih.

3 thoughts on “Perjalanan Panjang Pardes dan 5 Sahabat Hantu

  1. arum milawati mengatakan:

    i like cerita tentang pardes dan 5 sahabat hantu. saya sampai terbawa dalam cerita tersebut.

    Suka

  2. Gari Afiat mengatakan:

    I like Cerita Pardes & 5 Sahabat Hantu. Bikin kebayang bayang terus. Bener bener ngubah cara pandang saya terhadap hantu. Kirain ceritanya serem, ternyata menghibur, ada juga pesan yang bermanfaat di dalemnya. Saya harap ceritanya bisa dilanjutin, saya pengen tau lebih banyak tentang lee, kalo diliat dari cerita novelnya lee juga perhatian sama pardes. Saya juga pengen tau keadaan rumah sahabat pardes di jagat lelembut setelah kekuatan alam datang. Seru banget ceitanya. #sory kepanjangan.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kalender

Juli 2012
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Top Rated

HTML hit counter - Quick-counter.net
free counters
free counters

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 15 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 171,062 hits
%d blogger menyukai ini: