Rumah Makan Jaman Dahulu

Tinggalkan komentar

Juni 26, 2012 oleh nugraheniismyname

Rumah Makan Jaman Dahulu

Beberapa waktu yang lalu, saya dan kakak – kakak saya pergi ke luar kota. Saya berangkat pagi sekali sehingga saya belum sempat sarapan. Di tengah perjalanan, kakak saya mengajak saya dan kakak – kakak yang lain untuk sarapan di suatu tempat. Kakak pertama bilang jika rumah makan ini mirip sekali dengan rumah nenek. Saya penasaran sekali dengan ucapan kakak saya, mengapa dia bilang jika rumah makan ini mirip dengan rumah nenek. Padahal rumah nenek sekarang sudah rubuh karena tidak ada anak maupun cucu nenek yang tinggal di rumah nenek setelah nenek meninggal dunia. Maklumlah, karena anak – anak dan cucu – cucu nenek tinggal jauh dari rumah nenek.

Beberapa jam kemudian, saya dan kakak – kakak tiba di sebuah rumah makan. Rumah makan ini terletak di pinggir jalan. Rumah makan ini berdiri di daerah yang berbukit dan bergunung – gunung. Suasana rumah makan juga terasa sejuk, dingin dan pedesaan sekali. Berikut ini suasana rumah makan yang mirip dengan rumah nenek di desa.

Saat masuk ke rumah makan, saya dan kakak – kakak saya terlebih dulu masuk ke dapur. Suasana dapur sangat tradisional sekali. Ada tungku – tungku api yang dijadikan sebagai hiasan dapur sehingga dapur terlihat seperti dapur pada jaman dahulu. Di dapur itu ada meja besar yang menyediakan menu makanan. Menu makanan yang tersedia juga menu makanan tradisional yaitu sayur lodeh pedas, sayur lodeh tidak pedas, sayur asem, sayur nangka, lauk ikan goreng, telur goreng, tempe goreng dan ada ayam goreng.

Setelah kami mengambil makanan, kami masuk ke ruang makan. Ruang makan di rumah makan tradisional ini juga sangat mirip sekali dengan ruangan di rumah nenek saya.

Waktu itu saya mengambil menu sayur lodeh pedas dan tempe goreng. Corak piring juga berwujud piring jaman dahulu.

Selain makan pasti harus pesan minum. Nah, saya disarankan untuk memesan teh. Kata kakak saya, teh ditempat ini sangat enak sekali. okelah, saya memesan teh. Benar kata kakak saya, teh  di rumah makan bergaya jaman dahulu ini merupakan teh tubruk dengan gula batu. Rasa teh ini khas sekali, pahit, wangi sekaligus manis gula batu. Teh disajikan di dalam gelas tradisional seperti di bawah ini,

Diatas meja makan juga ada kerupuk yang dimasukkan ke dalam wadah. Wadah ini berwujud  toples tradisional. Waktu nenek masih hidup dulu, nenek juga punya toples yang seperti ini,

Diluar rumah makan juga ada padasan. Di rumah nenek saya dulu juga ada padasan yang digunakan untuk tempat air wudlu.

Kami semua sepakat jika rumah makan yang kami kunjungi kali ini memiliki suasana rumah yang mirip sekali dengan suasana rumah nenek di desa. Walau menu makanan yang tersedia bukanlah menu mahal dan mewah, tapi hal ini cukup untuk mengenang nenek kami yang telah lama sekali meninggal dunia. Nenek yang baik hati, sabar dan sangat menyayangi anak – anak serta cucu – cucunya.

Setalah kami selesai makan, maka kami pun melanjutkan perjalanan. Sekian dan terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kalender

Juni 2012
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Top Rated

HTML hit counter - Quick-counter.net
free counters
free counters

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 15 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 170,141 hits
%d blogger menyukai ini: