Anak

Tinggalkan komentar

Mei 29, 2012 oleh nugraheniismyname

Anak

Salam Pardes dan 5 Sahabat Hantu!

Anak merupakan kata yang sangat misterius dan bagaikan pedang bermata dua. Apa yang dimaksudkan dengan pedang bermata dua? Maksud saya adalah, jika anak tersebut lahir dari sebuah pernikahan maka kata “anak” sungguh sangat berharga sekali. Tapi, jika anak tersebut lahir di luar pernikahan maka kata “anak” menjadi kata yang memalukan, nista, aib dan tidak diinginkan. 

Sebagai contoh, ada sepasang suami istri yang telah menikah selama belasan tahun tidak juga dikaruniai anak. Sepasang suami istri ini berusaha keras supaya punya anak dengan cara pergi ke dokter kandungan, minum ramuan tradisional, melakukan terapi, berdoa sepanjang hari untuk mendapatkan anak. Tapi, karena Tuhan belum mengijinkan sepasang suami istri ini untuk memiliki anak maka sampai belasan tahun mereka tak jua dikaruniai anak. Mereka sangat mengharapkan kehadiran anak. Saya kasihan dengan sepasang suami istri ini, mereka hanya bisa terdiam saat orang – orang menceritakan keadaan anak – anak mereka.

Tapi kebalikan dari cerita diatas, ada banyak bayi dibunuh, digugurkan, ditinggalkan oleh orang tua karena anak tersebut lahir dari hubungan terlarang. Anak dianggap sebagai batu sandungan bagi kehidupan orang – orang dengan jenis ini.

Dunia ini penuh misteri bukan? Sepasang suami istri yang menikah secara sah dan ingin punya anak tidak juga diberi anak sedangkan orang yang tidak menginginkan anak malah diberi anak. Tuhan memang misterius. Tuhan memiliki rencana yang tidak bisa dicerna oleh pemikiran manusia yang sangat terbatas.

Oleh karena itu, bersyukurlah bagi sepasang suami istri yang diberi anak (bahkan bisa lebih dari satu). Anak harus dididik, diberi kasih sayang dan diperhatikan kebutuhannya (baik secara rohani maupun jasmani) supaya anak bisa tumbuh menjadi manusia yang bermartabat di mata masyarakat sekaligus dihadapan Tuhan. Selain itu, didikan orang tua yang benar bisa mendukung perkembangan jiwa, mental, pemikiran anak dengan baik (sesuai dengan ajaran agama dan norma / nilai sosial).

Jangan pernah menyiksa anak, melampiaskan kemarahan kepada anak tanpa alasan yang jelas dan jangan menyia nyiakan anak. Karena diluar sana, ada banyak pasangan suami istri yang mengharapkan kehadian seorang anak dan mereka berjuang keras untuk mendapatkan anak dengan cara apapun. Bahkan mereka rela merawat dan membesarkan bayi orang lain yang lahir tanpa seorang ayah. Hal ini dilakukan supaya mereka bisa merasakan bagaimana menjadi orang tua.  Sekaligus, mereka berusaha menyelamatkan anak tersebut supaya tidak ditinggalkan begitu saja oleh orang tuanya. Sungguh mulia hati sepasang suami istri yang melakukan hal ini.

Sekian dan terimakasih. Hidup anak! Tetaplah tersenyum dan gembira!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kalender

Mei 2012
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

Top Rated

HTML hit counter - Quick-counter.net
free counters
free counters

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 15 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 171,062 hits
%d blogger menyukai ini: