Speak Your Mind!!! MIMPI VS ORANG TUA

Tinggalkan komentar

April 5, 2012 oleh nugraheniismyname

MIMPI VS ORANG TUA

Salam Pardes dan 5 Sahabat Hantu!

Beberapa waktu yang lalu, saya bertemu dengan orang – orang baru. Saya bercerita banyak sekali dengan orang-orang yang berbeda watak ini. Ada orang – orang yang sibuk menghitung target kapan mereka akan menikah, ada orang – orang yang bercanda tanpa beban. Tapi entah mengapa, tiba-tiba ada seorang wanita yang mendekati saya. Wajah wanita itu tampak kusam, suram, kucel dan lesu. Tanpa saya tanya, dia berkata jika semalam ia belum tidur. Saya tanya nama wanita itu, tapi wanita itu tak menanyakan nama saya. Biasanya, jika saya tanya nama seseorang yang baru saya kenal, orang  itu akan bertanya balik nama saya. Tapi, bagi saya  itu tak masalah. Kami pun malah bercerita kesana – kemari.

Oiye, ciri-ciri wanita itu gemuk, rambut panjang, dia memakai kemeja bermotif bunga warna warni dan dia memakai rok. Dia lulusan dari sebuah universitas negeri paling favorit di Jogjakarta. Namanya tidak usah saya sebut karena untuk menjamin keselamatan, keamanan dan kenyamanan dia sendiri.

Kembali ke cerita ketika dia tiba-tiba bercerita mengapa semalaman ia tidak tidur, dia bercerita jika semalaman ia membuat kerajinan sulam. Saya tanya mengapa ia menyulam hingga semalaman. Ia jawab jika sebentar lagi ada pameran tentang kerajinan tangan yang dibuat dengan tangan (Handmade). Wanita ini merupakan anggota kelompok kerajinan tangan. Nama dari kelompok ini juga tidak akan saya sebut demi keselamatan, keamanan dan kenyamanan kelompok itu sendiri.

Wanita itu bercerita, jika ia hobi sekali membuat kerajinan tangan. Ia sering ikut pameran kesana-kemari. Dia berkata jika dalam waktu dekat ini dia akan mengikuti pameran di Magelang, di Solo dan lain-lain. Oleh karena itu, dia harus membuat produk berbeda dari kerajinan sulam. Produk kerajinan tangan itu akan ia pamerkan serta produk itu akan dia jual. Wow, Sangat kreatif, inovatif, mandiri!

Saya tanya lagi sama wanita itu, “Apakah, Mbak juga menerima pesanan souvenir untuk pernikahan?”. Wanita itu menjawab jika produk yang ia buat hanya terbatas. Dia tidak menerima pemesanan untuk souvenir pernikahan. Hal ini supaya produk yang ia buat tidak pasaran dan tetap mencerminkan karya dari idealismenya sendiri. Wow, berarti dia berkarya tidak mengikuti kemauan pasar. Dia berkarya atas kemauannya sendiri dan dia tidak suka jika karyanya menjadi karya pasaran. Ia ingin karyanya menjadi karya limited edition akan tetapi karyanya banyak dicari. Dan karyanya itu bisa mencerminkan karakteristik sendiri, yang berbeda dengan karya-karya lainnya. Ia bercerita jika ia mengambil inspirasi dari berbagai karya dari luar negeri. Jika di luar negeri, ada banyak inovasi untuk membuat produk kerajinan, berbeda dengan produk kerajinan di Indonesia. Produk kerajinan di Indonesia itu mengikuti selera pasar, itu katanya!

Kami terus bercerita. Semakin lama, tema cerita mengarah ke cerita tentang sebuah mimpi. Wanita itu bermimpi jika ia ingin membuka sebuah usaha kerajinan yang menjual hasil kerajinannya sendiri. Dan pastinya dengan  produk kerajinan tangan limited edition yang bisa mencerminkan idealismenya sendiri. Dia dulu juga pernah bekerja di Jakarta, tapi katanya, dia sudah keluar dan lebih memilih untuk membuat produk kerajinan tangan. Wow, dia juga berani mengambil resiko!

Akan tetapi, pilihannya ini tidak didukung orang tuanya. Orang tuanya ini mengharuskan dia kerja formal, kerja kantoran bahkan kalau bisa kerja jadi PNS. Dia sangat bingung dan penuh tekanan. Disisi lain, ia ingin hidup dengan mimpinya. Tapi, disisi lain, dia juga harus menuruti kemauan orang tuanya. Wow!  Lama kelamaan saya dan wanita itu membahas tentang mimpi vs orang tua. Oleh karena itu, saya tertarik untuk menuliskan pemikiran saya tentang mimpi vs orang tua.

oOo

Mimpi

Sebagian banyak manusia mempunyai mimpi yang berbeda dengan manusia kebanyakan. Dalam hal ini, jika orang kebanyakan memilih hidup semestinya dan wajar-wajar saja. Maka orang yang memiliki mimpi ini biasanya ia ingin sesuatu yang berbeda dengan manusia kebanyakan. Manusia kebanyakan biasanya akan memilih jalan yang seperti ini —> dilahirkan ke dunia oleh orang tua lalu setelah itu menjadi besar, sekolah, kuliah, kerja, menikah, punya anak, punya cucu, menjadi tua,kemudian menunggu Tuhan menjemputnya kembali pada Nya.

Kalau menurut saya, orang yang memiliki mimpi itu berbeda dengan orang yang saya sebutkan diatas. Orang yang memiliki mimpi lain dari yang lain, dia selalu ingin mencari sesuatu yang berbeda. Orang seperti ini ingin berkarya sendiri sesuai dengan kehendak, kemauan, perasaan, pemikiran dan prinsip serta idealismenya sendiri. Biasanya,orang-orang seperti ini adalah orang-orang yang kreatif, inovatif, memiliki banyak bakat seni dan lain-lain dan lain-lain.

Orang yang seperti ini biasanya tidak mau diatur oleh orang lain, apalagi aturan-aturan itu tidak sesuai dengan dirinya. Oleh karena itu, menurut saya, orang-orang ini tidak cocok untuk bekerja di bawah kendali orang lain. Termasuk, orang tua juga terkadang tidak bisa mengendalikan orang-orang seperti ini.

Orang tua

Maksud dengan orang tua disini bukan merek sebuah produk. Orang tua di sini adalah orang tua yang telah menjadi perantara kita untuk lahir di dunia ini. Pada dasarnya, orang tua selalu menginginkan hal yang terbaik bagi anaknya. Dalam hal ini, terbaik dari pemikiran mereka sendiri. Apalagi untuk kasus orang tua jaman dahulu. Setelah kuliah atau sekolah, anak harus bisa bekerja formal. Orang tua akan sangat bangga bila anaknya bisa bekerja di bank, bisa bekerja kantoran, bisa bekerja jadi PNS dan lain-lain dan lain-lain. Sikap orang tua yang seperti ini, membuat anak yang memiliki mimpi yang berbeda dengan orang kebanyakan akan mengalami dilema yang hebat.

Anak jenis ini akan mengalami sebuah pertentangan hebat. Anak ini ingin sekali mewujudkan mimpinya yang berbeda, akan tetapi orang tua menentang karena anak harus bisa bekerja formal/ kantoran/PNS. Dalam hal ini orang tua yang bersifat seperti ini, mereka akan sangat bangga bila anak bisa bekerja formal. Prestise menjadi nomor satu alasan orang tua bersikap seperti ini.

Tapi, disisi lain, anak sangat ingin sekali mewujudkan mimpi dan hidup dengan mimpinya. Akan tetapi, ia juga tidak ingin melawan orang tuanya. Anak yang berada dalam posisi seperti ini hidupnya sungguh berat dan penuh tekanan. Anak dengan mimpi yang berbeda dengan mimpi orang kebanyakan harus tetap berjuang, tabah, sabar dan bertahan di sekeliling orang yang menentang mimpinya.  Lalu pilihan-pilihan apa saja yang biasanya diambil jika ada anak yang berada dalam kondisi seperti ini? Saya akan mencoba menuliskan pemikiran saya,

1. Berjuang Meraih Mimpi Dengan Menentang Orang Tua

Anak jenis ini memilih mewujudkan mimpinya dengan melawan orang tua. Anak dengan jiwa seperti ini harus memiliki mental tangguh. Hal ini karena, ia harus bisa bertahan sekaligus berjuang keras untuk mewujudkan impiannya tanpa dukungan dari siapapun. Ia harus berjuang sendiri dan mandiri hingga mimpinya ataupun khayalannya itu menjadi nyata. Ia juga harus berjuang keras supaya mimpi bisa diraih. Seperti contoh, manusia yang bermimpi ingin menjadi musisi handal, manusia yang bermimpi ingin menjadi pengarang handal, manusia yang bermimpi ingin pergi ke bulan, manusia yang bermimpi ingin pergi ke mars, dan lain-lain, dan lain-lain. Jangan khawatir, dengan perjuangan dan pengorbanan serta usaha yang terus menerus, mimpi-mimpi/cita-cita/khayalan/kemauan/keinginan/harapan di atas bisa tercapai dan bisa diraih. Sudah ada banyak orang mewujudkannya.

Anak manusia jenis ini harus menghadapi segala hambatan, tantangan dan tentangan dari siapapun dan dari apapun. Selain itu, ia harus punya prinsip yang kuat dan ia juga harus konsisten dengan pilihannya. Pilihan untuk hidup dengan mimpinya. Ia harus bisa memperjuangkan diri sendiri sekaligus menyemangati diri sendiri untuk terus mengubah mimpinya menjadi nyata. Menurut saya, manusia jenis ini merupakan jenis manusia tangguh dan tidak terkalahkan. Walaupun begitu, tetap Tuhanlah yang maha segalanya!

2. Membunuh Mimpi dan Menuruti Kemauan Orang Tua

Ada banyak anak manusia yang memilih membunuh mimpinya demi menuruti kemauan orang tua. Hal ini biasanya karena manusia-manusia dengan jenis ini tidak berani mengambil resiko jika ia menentang orang tuanya. Selain alasan diatas, manusia dengan jenis ini juga, ia lebih mengutamakan berbakti dengan orang tua. Menurut saya, manusia jenis ini adalah manusia yang bisa mengkhianati dirinya sendiri.

3. Berjuang Meraih Mimpi tapi setelah Ia Mengalami Kesulitan maka Ia kembali pada Orang Tua

Pada awalnya, manusia jenis ini sangat bersemangat sekali untuk mewujudkan mimpinya. Tapi, setelah ia merasa ia tidak bisa berjuang sendiri untuk mewujudkan mimpinya seorang diri dan ia juga tidak tahan dengan tantangan berat yang harus ia hadapi sendiri maka ia memutuskan untuk kembali pada orang tuanya. Dan, ia memilih untuk mengikuti kemauan orang tua. Menurut saya, manusia dengan jenis ini tidak memiliki prinsip hidup.

4. Berjuang Meraih Mimpi Sekaligus Menuruti Keinginan Orang Tua

Manusia jenis ini merupakan manusia yang memilih jalur aman. Dia menuruti kemauan orang tua sekaligus dia juga mewujudkan mimpinya. Ada yang berhasil dengan cara ini, bahkan jika mimpinya bisa terwujud maka ia memutuskan untuk terus melanjutkan mimpinya. Seperti contoh, untuk menuruti kemauan orang tua, ia bekerja kantoran. Akan tetapi, karena ia masih ingin meraih mimpinya, ia terus saja memperjuangkan mimpinya. Hingga akhirnya, mimpi berhasil ia raih dan ternyata mimpi itu bisa membuat dia sukses, maka ia memutuskan untuk keluar dari pekerjaan kantoran/ pekerjaan formal. Atau bahkan, dia bisa sukses dalam pekerjaan formal sekaligus ia juga sukses meraih mimpinya. Manusia jenis ini adalah manusia yang mengambil jalan tengah sekaligus jalan aman untuk mewujudkan mimpinya. Menurut saya, manusia dengan jenis ini cukup cerdik, pandai mengatur waktu dan konsisten dengan hidupnya.

Akan tetapi cara aman ini juga memberikan dampak lain. Misalnya, pada awalnya manusia jenis ini ingin mewujudkan keinginan orang tuanya dengan bekerja formal sekaligus ia juga berniat mewujudkan mimpinya. Tetapi, lama kelamaan ia telah merasa nyaman, aman, damai dan sejahtera saat ia bekerja di kantoran/formal, apalagi ternyata karir dan gaji yang ia terima sangat fantastis hingga akhirnya ia lupa akan mimpinya yang semula akan ia perjuangkan. Menurut saya, manusia yang seperti ini hampir sama dengan manusia nomor 3, bahkan lebih parah.

Memang, manusia itu hidup sesuai dengan apa yang telah digariskan oleh Tuhan YME. Akan tetapi ketika kita menjalani hidup ini, bukankah kita yang memilih untuk melakukan sesuatu? Kita harus begini, kita harus begitu itu merupakan pilihan dan keputusan kita. Untuk hasil akhirnya, kita serahkan saja kepada Tuhan YME. Kita memilih, kita perjuangkan pilihan kita dan kita serahkan hasilnya kepada Tuhan. Semoga tulisan yang penuh dengan kekurangan ini bisa bermanfaat.

Demikianlah, tulisan mengenai Speak Your Mind! Tetaplah menyuarakan atau menuliskan pemikiran yang ada di otak kita! Walaupun pemikiran kita berbeda dengan pemikiran orang lain! Atau bahkan orang lain menganggap pemikiran kita adalah sampah. Jika ada orang lain menganggap pemikiran kita sampah, maka kita harus berpikir jika pemikiran kita adalah sampah radioaktif, sampah nuklir yang bisa mencelakakan makhluk hidup di bumi ini.

Sekian dan terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kalender

April 2012
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Top Rated

HTML hit counter - Quick-counter.net
free counters
free counters

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 15 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 171,062 hits
%d blogger menyukai ini: