LIBURAN YANG MEMBEKAS DI HATI DAN KULIT

5

Februari 7, 2012 oleh nugraheniismyname

Salam Pardes dan 5 Sahabat Hantu!

(Lumayan nih ceritanya masuk sepuluh besar Unhappy Holiday nya Penerbit Divapress. Hadiahnya? dapat novel judulnya Pecinan)

LIBURAN YANG MEMBEKAS DI HATI DAN KULIT

Semua orang pernah mengalami liburan menyenangkan. Akan tetapi, hanya segelintir orang yang pernah mengalami liburan ceroboh. Liburan ceroboh pernah saya alami. Cerita liburan ceroboh berawal dari keberangkatan saya dan sepupu perempuan saya untuk berlibur ke Bali. Dian, nama saudara saya. Kami pergi berlibur pada akhir Bulan Juli tahun lalu. Saya dan Dian berlibur ke Bali tepat setelah satu hari acara wisuda kelulusan kuliah.

Saya dan Dian berangkat dari Kota Semarang pukul 14.00 WIB. Kami naik bus menuju ke Bali. Tempat duduk kami ada di bagian paling belakang. Dian yang memilih tempat duduk itu. Bagi Dian, tempat duduk paling belakang pasti menyenangkan.  

Satu hingga tiga jam, perjalanan terasa menyenangkan. Beberapa penumpang bus mulai merasa kedinginan karena AC bus terasa sangat dingin sekali. Mereka mulai hilir mudik masuk ke WC. Fasilitas WC di dalam bus letaknya berada di dekat kursi tempat kami duduk.

Kejadian yang tidak menyenangkan mulai terjadi. Bau khas WC mulai tercium oleh hidung saya. Saya memberi tahu Dian akan hal itu. Tapi, Dian tidak mencium bau pesing dari WC. Hal ini karena, sepupu saya itu akan mengalami pilek jika ia kedinginan. Alhasil, hanya saya yang mencium aroma tidak enak itu. Selama perjalanan, saya menutup hidung dengan selimut yang telah disediakan di dalam bus.

Pukul 10.00 WITA, saya dan Dian telah sampai di Kota Denpasar. Selama berlibur di Bali, kami menginap di rumah saudara. Saudara saya yang tinggal di Bali itu bernama Mbak Yayu. Saya dan Dian istirahat hingga sore hari. Setelah badan pulih kembali, kami berencana akan pergi ke Pantai Kuta.

Saya dan Dian berangkat ke Kuta setelah kami selesai menunaikan sholat maghrib. Saya dan Dian menuju ke Pantai Kuta dengan berbekal papan petunjuk arah yang terpasang di pinggir jalan. Semula, perjalanan terasa ringan dan menyenangkan. Akan tetapi, kami mulai kehilangan arah.  Tak mau lama-lama dengan ketersesatan, Dian bertanya arah jalan ke Pak Polisi di pinggir jalan.

Setelah kami berusaha keras mengikuti petunjuk arah jalan ke Kuta, saya dan Dian berhasil masuk ke kawasan Kuta. Tapi, kami tak bisa menemukan Pantai Kuta dengan mudah. Motor terus bergerak mengikuti tiap belokan jalan di kawasan Kuta. Kami hanya menemui bar, kafe, toko, distro, hotel dan bule-bule yang berjalan di trotoar jalan.

Akhirnya, dengan perjuangan yang panjang selama dua jam perjalanan. Saya dan Dian berhasil menemukan Pantai Kuta. Setelah Dian memarkirkan motor, kami mencari tempat yang cocok untuk duduk sambil menatap laut. Saya dan Dian duduk di atas pasir. Pantai tampak gelap dan sepi, sehingga kami hanya bisa duduk di atas pasir sambil menatap langit. Sesekali, kami melirik bule tampan yang juga duduk di dekat kami.

Saya dan Dian menghabiskan malam di pinggir Pantai Kuta. Kami sibuk dengan pikiran masing-masing. Hingga akhirnya, saya dikejutkan oleh suara ponsel. Mbak Yayu menyuruh pulang karena jarum jam telah menunjuk kearah angka sepuluh.

Kami bergegas meninggalkan pantai. Akan tetapi, kita berubah menjadi orang linglung saat sampai di tempat parkir. Dian lupa meletakkan motor. Alhasil, Saya dan Dian terpaksa menyusuri tempat parkir di pinggir jalan untuk mencari motor. Setelah kami lelah berjalan kesana kemari, kami berhasil menemukan motor yang terjepit motor lain. Kami mencari motor di pinggir jalan Pantai Kuta hingga satu jam lebih.

Perjalanan pulang sama dengan perjalanan saat berangkat, kami kembali tersesat. Kami sudah berusaha mengikuti petunjuk arah, tapi hal ini tidak berfungsi. Saya dan Dian berkelana hingga kemana-mana. Bahkan, kami telah memasuki kawasan Pantai Sanur. Dian berputar arah, dia terus mengendarai motornya.

Kami menemukan ada papan arah yang bertuliskan ‘Denpasar’. Dian mengikuti petunjuk arah itu. Kali ini tidak berhasil. Malahan, kami memasuki kawasan Pelabuhan Benoa. Dian memutar motor lagi. Hingga akhirnya, kami berhenti di markas angkatan laut dan kami pun menyerah. Saya menelepon Mbak Yayu untuk minta dijemput. Tak lama kemudian, tampak suami Mbak Yayu datang menjemput. Waktu itu, jam menunjuk kearah setengah satu malam. Perjalanan yang sangat lama. Padahal, Kuta bisa ditempuh selama lima belas menit dari rumah Mbak Yayu, asal tidak tersesat.

Keesokan hari kemudian, hal yang tidak diinginkan terjadi. Tiba-tiba, muncul bentol-bentol besar di paha dan betis saya. Bentol-bentol itu saya olesi dengan balsem. Untungnya, rasa gatal sedikit berkurang sejak diolesi balsem. Liburan tetap berjalan. Hari itu, Saya dan Dian pergi ke Pantai Sindu dan pergi ke Legian. Perjalanan saat siang hari lebih lancar di bandingkan perjalanan saat malam hari. Walaupun, sesekali kita masih tersesat jalan.

Keesokan harinya, kami berniat pergi ke Tanah Lot, GWK dan Nusa Dua. Dian berada di depan kemudi, sedangkan saya membonceng di belakang. Seperti biasa, perjalanan ke Tanah Lot diwarnai dengan tersesat jalan hingga berjam-jam. Untungnya, kami bisa sampai di Tanah Lot. Akan tetapi, saat kita sampai di sana. Tiba-tiba, hujan datang. Saya dan Dian berteduh di tempat istirahat yang tersedia di sekitar Tanah Lot.

Tak lama kemudian, hujan reda. Saya dan Dian berniat foto-foto. Sialnya, baterai kamera habis. Dian lupa mengisi ulang baterai setelah seharian kemarin kamera digunakan untuk berfoto. Alhasil, kami hanya bisa duduk pasrah sambil mengamati pengunjung yang lalu lalang. Akibat rasa kecewa karena gagal berfoto, maka kami memutuskan untuk pulang ke rumah.

Keesokan harinya, kami melanjutkan perjalanan ke tempat-tempat wisata di Bali. Kami memuaskan diri dengan berkeliling ke tempat wisata, bermain dan berbelanja selama seminggu. Hal ini kami lakukan karena minggu berikutnya Bulan Ramadhan tiba. Saya dan Dian mengalami awal puasa di Pulau Bali. Selama puasa, kami hanya duduk dan berdiam diri di dalam rumah. Karena kami mulai bosan, maka kami memutuskan  pulang ke Jawa. Singkat cerita, Saya dan Dian telah tiba di rumah.

Belum ada sehari di rumah, kejadian tidak menyenangkan mulai tampak kembali. Bentol-bentol yang semula sudah mulai hilang, tiba-tiba muncul kembali. Bahkan pada malam harinya, bentol-bentol menjalar hingga ke punggung dan tangan. Tidak hanya sampai disitu. Tatkala saya bangun untuk sahur, bentol-bentol mulai menjalar ke muka.

Saya di bawa ke dokter oleh Ibu. Dokter mengatakan, saya terkena virus yang membuat kulit menjadi gatal. Bukan hanya gatal, bentol-bentol akan terasa perih dan panas saat terkena air dan panas matahari. Virus? Saya mulai berpikir buruk, asal virus ini pasti dari selimut di bus yang saya pakai untuk selimutan. Selimut yang dipakai oleh banyak penumpang. Mungkin, agen bus tidak pernah mengganti dan mencuci selimut-selimut di dalam bus itu sehingga banyak virus yang menempel.

Seminggu setelah saya menjalani pengobatan, bentol-bentol di kulit lumayan sembuh. Rasa gatal, perih dan panas mulai hilang. Akan tetapi, bentol-bentol itu menimbulkan bekas tanda berwarna hitam di tangan, kaki, punggung dan muka saya. Bahkan hingga sekarang, bekas bentol-bentol itu masih ada yang tersisa di kulit.

Hingga saat ini, liburan itu masih terkesan di hati. Benar-benar pengalaman liburan di Bali yang membekas jelas di hati. Begitu pula sisa bentol-bentol masih membekas di kulit saya. Oiya, bukan hanya saya yang terkena penyakit aneh. Dian juga terserang pilek berkepanjangan sejak pulang dari belibur di Bali.

Begitulah, cerita Saya tentang liburan ceroboh yang saya alami. Selain hal ini sudah menjadi nasib, kejadian tak menyenangkan saat liburan bisa jadi akibat dari kecerobohan kita. Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan segala sesuatu saat kita akan berlibur. Hal ini agar kita bisa mendapatkan kesan menyenangkan selama dan sesudah kita liburan.

5 thoughts on “LIBURAN YANG MEMBEKAS DI HATI DAN KULIT

  1. diki mengatakan:

    trus kata dokternya itu penyakit apa?
    and
    obatnya apa y?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kalender

Februari 2012
S S R K J S M
    Mar »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
272829  

Top Rated

HTML hit counter - Quick-counter.net
free counters
free counters

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 15 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 171,062 hits
%d blogger menyukai ini: